Jalan Terjal Anwar Ibrahim Jadi PM Malaysia
Senin, 28 September 2020 - 11:15 WIB
Politik Anwar memang jauh dari arti kata pragmatisme. Dia dulu dianggap sebagai calon pengganti Mahathir pada 1990-an sebelum dipecat saat terjadinya krisis keuangan Asia. Dia harus tinggal di penjara selama enam tahun karena dituding melakukan penyalahgunaan kekuasaan dan kasus sodomi. Anwar pun kembali lagi ke penjara pada 2015 karena kasus sodomi dan dibebaskan setelah mendapatkan pengampunan dari raja pada 2018. (Baca juga: Mahasiswa ITS Buat Aplikasi Pemantau Kondisi Manula)
Sebagai pemimpin PKR (Partai Keadilan Rakyat), partai kunci pada pemerintahan Pakatan Harapan (PH) yang mengantarkan Mahathir kembali jadi PM, Anwar pun menunggu dengan sabar janji Mahathir untuk menyerahkan kekuasaannya. Tapi, Mahathir mengulur waktu hingga pemerintahan PH bubar.
Rabu lalu, Anwar menyatakan kesiapannya menggantikan Muhyiddin yang memimpin dengan selisih suara tipis sejak Maret lalu. Pemimpin UMNO Ahmad Zahid Hamidi juga menyatakan beberapa anggota partainya kini mendukung Anwar. Beberapa anggota parlemen juga telah menyatakan dukungan untuk Anwar.
Anwar pun melunakkan pendiriannya dengan menyatakan bahwa mayoritas pendukungnya adalah Melayu dan Muslim. Dia juga berjanji menghadirkan representasi adil bagi seluruh ras tanpa menyebut warga etnik India dan China yang memegang posisi kunci di partai dan koalisinya.
Anwar telah membayar “harga mahal” selama bertahun-tahun. Kini, menurut Greg Lopez, pengajar di Murdoch University Executive Education Center di Perth, Australia, Anwar ingin membuat terobosan. “Dia (Anwar) ingin kesempatan untuk menunjukkan bahwa dia bisa melakukan pekerjaannya dengan baik,” kata Lopez.
Sebagai pemimpin PKR (Partai Keadilan Rakyat), partai kunci pada pemerintahan Pakatan Harapan (PH) yang mengantarkan Mahathir kembali jadi PM, Anwar pun menunggu dengan sabar janji Mahathir untuk menyerahkan kekuasaannya. Tapi, Mahathir mengulur waktu hingga pemerintahan PH bubar.
Rabu lalu, Anwar menyatakan kesiapannya menggantikan Muhyiddin yang memimpin dengan selisih suara tipis sejak Maret lalu. Pemimpin UMNO Ahmad Zahid Hamidi juga menyatakan beberapa anggota partainya kini mendukung Anwar. Beberapa anggota parlemen juga telah menyatakan dukungan untuk Anwar.
Anwar pun melunakkan pendiriannya dengan menyatakan bahwa mayoritas pendukungnya adalah Melayu dan Muslim. Dia juga berjanji menghadirkan representasi adil bagi seluruh ras tanpa menyebut warga etnik India dan China yang memegang posisi kunci di partai dan koalisinya.
Anwar telah membayar “harga mahal” selama bertahun-tahun. Kini, menurut Greg Lopez, pengajar di Murdoch University Executive Education Center di Perth, Australia, Anwar ingin membuat terobosan. “Dia (Anwar) ingin kesempatan untuk menunjukkan bahwa dia bisa melakukan pekerjaannya dengan baik,” kata Lopez.
Lihat Juga :