Nego Ulang Proyek Jet Tempur KF-X/IF-X, Pihak Korsel Terbang ke Indonesia
Rabu, 23 September 2020 - 13:45 WIB
Prabowo telah menunda melanjutkan pembicaraan dengan pemerintah Korea Selatan dengan mengatakan dia akan meninjau keseluruhan konten anggaran pertahanan dan sistem persenjataan Indonesia. (Baca yuk : Kisruh Politik Negeri Jiran, Raja Malaysia Punya Tiga Opsi )
Selama pertemuan minggu ini, pejabat kedua negara diharapkan akan meninjau kondisi proyek jet tempur patungan tersebut untuk mencapai kesepakatan, karena Indonesia menginginkan pengurangan dari yang disanggupi untuk membayar ke pemerintah Korea Selatan.
Indonesia pada awalnya setuju untuk membayar 1,7 triliun won (USD1,46 miliar), yang merupakan sekitar 20 persen dari total anggaran proyek 8 triliun won. Tetapi sejauh ini, Indonesia baru membayar sekitar 220 miliar won. Indonesia berhenti membayar pada akhir 2017 karena kondisi keuangan negara yang memburuk. (Baca: Jet Tempur Proyek Korsel-Indonesia Dipasok Mesin GE Aviation )
Pembayaran oleh Indonesia seharusnya selesai pada tahun 2026, dan tunggakan yang semestinya dibayar sekitar 500 miliar won.
Menurut pejabat KAI, seperti dikutip Korea Times, pihak Indonesia ingin menurunkan kontribusinya dari 20 persen yang dijanjikan menjadi 15 persen. Usulan tersebut dilontarkan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo saat bertemu dengan Presiden Moon Jae-in saat berkunjung ke Korea pada September 2018, menurut pejabat tersebut.
Selama pertemuan minggu ini, pejabat kedua negara diharapkan akan meninjau kondisi proyek jet tempur patungan tersebut untuk mencapai kesepakatan, karena Indonesia menginginkan pengurangan dari yang disanggupi untuk membayar ke pemerintah Korea Selatan.
Indonesia pada awalnya setuju untuk membayar 1,7 triliun won (USD1,46 miliar), yang merupakan sekitar 20 persen dari total anggaran proyek 8 triliun won. Tetapi sejauh ini, Indonesia baru membayar sekitar 220 miliar won. Indonesia berhenti membayar pada akhir 2017 karena kondisi keuangan negara yang memburuk. (Baca: Jet Tempur Proyek Korsel-Indonesia Dipasok Mesin GE Aviation )
Pembayaran oleh Indonesia seharusnya selesai pada tahun 2026, dan tunggakan yang semestinya dibayar sekitar 500 miliar won.
Menurut pejabat KAI, seperti dikutip Korea Times, pihak Indonesia ingin menurunkan kontribusinya dari 20 persen yang dijanjikan menjadi 15 persen. Usulan tersebut dilontarkan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo saat bertemu dengan Presiden Moon Jae-in saat berkunjung ke Korea pada September 2018, menurut pejabat tersebut.
Lihat Juga :