Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Selasa, 28 Juli 2026 - 12:41 WIB
Namun, situasi memburuk pada 8 Juli, ketika Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir di tengah aksi saling serang kedua pihak.
Di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, Mojtaba mendukung konfrontasi terbaru Hizbullah melawan Israel, menggambarkan keteguhan kelompok bersenjata Lebanon itu sebagai simbol harapan dan pembebasan bagi orang-orang tertindas di seluruh dunia.
Dalam sebuah surat balasan untuk Sekretaris Jenderal Hizbullah Sheikh Naim Qassem, Mojataba menyampaikan pesan: “Saat ini, ketika bangsa-bangsa di dunia telah lelah dengan tirani dan penindasan pemerintah AS dan Zionis kriminal, yang merupakan penghancur kehidupan dan generasi, tidak ada jalan lain selain jihad dan perlawanan."
Dia menegaskan bahwa kampanye Hizbullah yang berkelanjutan berfungsi sebagai pesan inspiratif bagi bangsa-bangsa bebas di dunia dalam upaya mereka untuk membebaskan diri dari penindasan dan tirani kesombongan global dan proksinya.
Dia memotivasi para milisi Hizbullah dengan mengenang warisan Imam Khomeini bersama almarhum Ayatollah Ali Khamenei. “Sejalan dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemimpin Revolusi Islam yang agung dan gugur sebagai syahid, Imam Seyyed Ali Khamenei, Republik Islam Iran menganggap pembelaan terhadap para pejuang yang tertindas namun kuat ini sebagai mandat strategisnya,” paparnya, seperti dikutip dari Tasnim News Agency, Selasa (28/7/2026).
Di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, Mojtaba mendukung konfrontasi terbaru Hizbullah melawan Israel, menggambarkan keteguhan kelompok bersenjata Lebanon itu sebagai simbol harapan dan pembebasan bagi orang-orang tertindas di seluruh dunia.
Dalam sebuah surat balasan untuk Sekretaris Jenderal Hizbullah Sheikh Naim Qassem, Mojataba menyampaikan pesan: “Saat ini, ketika bangsa-bangsa di dunia telah lelah dengan tirani dan penindasan pemerintah AS dan Zionis kriminal, yang merupakan penghancur kehidupan dan generasi, tidak ada jalan lain selain jihad dan perlawanan."
Dia menegaskan bahwa kampanye Hizbullah yang berkelanjutan berfungsi sebagai pesan inspiratif bagi bangsa-bangsa bebas di dunia dalam upaya mereka untuk membebaskan diri dari penindasan dan tirani kesombongan global dan proksinya.
Dia memotivasi para milisi Hizbullah dengan mengenang warisan Imam Khomeini bersama almarhum Ayatollah Ali Khamenei. “Sejalan dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemimpin Revolusi Islam yang agung dan gugur sebagai syahid, Imam Seyyed Ali Khamenei, Republik Islam Iran menganggap pembelaan terhadap para pejuang yang tertindas namun kuat ini sebagai mandat strategisnya,” paparnya, seperti dikutip dari Tasnim News Agency, Selasa (28/7/2026).
(mas)
Lihat Juga :