Pendarahan Hebat, Wanita Palestina Kehilangan Janin karena Tentara Israel Menahan Ambulans
Selasa, 28 Juli 2026 - 10:40 WIB
Wanita hamil asal Palestina yang menderita pendarahan hebat kehilangan janin setelah tentara Israel menahan ambulans yang membawanya di Tepi Barat. Foto/The Palestinian Information Center
TEPI BARAT - Seorang wanita Palestina yang sedang hamil telah kehilangan janinnya setelah tentara Israel menahan ambulans yang membawanya di pos pemeriksaan militer di Tepi Barat yang diduduki. Ambulans itu ditahan hingga 30 menit, sementara wanita itu menderita pendarahan hebat.
Mengutip petugas ambulans Qaryut, Bashar Al-Qaryouti, kantor berita WAFA melaporkan pada hari Senin (27/7/2026), bahwa para tentara Israel mencegah ambulans tersebut melewati pos pemeriksaan militer Awarta, selatan Nablus, setelah menutup gerbangnya.
Baca Juga: Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
Al-Qaryouti mengatakan kru ambulans ditahan selama lebih dari 30 menit ketika wanita yang hamil enam bulan itu menderita pendarahan hebat. Wanita tersebut dipaksa untuk menjalani pemeriksaan militer meskipun kondisinya kritis.
Dia menambahkan bahwa para tentara Israel memerintahkan kru untuk mematikan mesin ambulans, menyebabkan peralatan pendukung medis di dalamnya berhenti beroperasi.
Menurut Al-Qaryouti, ambulans akhirnya diizinkan untuk melanjutkan perjalanan ke rumah sakit, di mana dokter berhasil menyelamatkan nyawa wanita tersebut tetapi tidak dapat menyelamatkan janinnya.
Mengutip petugas ambulans Qaryut, Bashar Al-Qaryouti, kantor berita WAFA melaporkan pada hari Senin (27/7/2026), bahwa para tentara Israel mencegah ambulans tersebut melewati pos pemeriksaan militer Awarta, selatan Nablus, setelah menutup gerbangnya.
Baca Juga: Takut dengan Ancaman Iran, Netanyahu Diam-diam Terbang ke AS Temui Trump
Al-Qaryouti mengatakan kru ambulans ditahan selama lebih dari 30 menit ketika wanita yang hamil enam bulan itu menderita pendarahan hebat. Wanita tersebut dipaksa untuk menjalani pemeriksaan militer meskipun kondisinya kritis.
Dia menambahkan bahwa para tentara Israel memerintahkan kru untuk mematikan mesin ambulans, menyebabkan peralatan pendukung medis di dalamnya berhenti beroperasi.
Menurut Al-Qaryouti, ambulans akhirnya diizinkan untuk melanjutkan perjalanan ke rumah sakit, di mana dokter berhasil menyelamatkan nyawa wanita tersebut tetapi tidak dapat menyelamatkan janinnya.
Lihat Juga :