Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:11 WIB
Dia mengatakan pemerintah AS harus mengundang jurnalis untuk menyaksikan pusat-pusat AS yang hancur dan memperkirakan berapa banyak personel AS yang tewas.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika militer AS melanjutkan serangan udara terhadap Iran selama 13 malam berturut-turut, menargetkan sejumlah wilayah Iran—yang menurut Mohebbi merupakan situs-situs sipil.

Sebagai respons, Angkatan Bersenjata Iran telah melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap target-target strategis Amerika di Timur Tengah.

Pentagon Tiba-tiba Merevisi Jumlah Tentara AS yang Tewas



Sementara itu, Pentagon tiba-tiba merevisi jumlah korban tewas pasukan AS dalam perang melawan Iran dari 18 menjadi 14 personel. Revisi ini tampaknya menghapus kematian empat tentara Amerika di Yordania dan Irak akibat serangan Iran pada akhir pekan lalu.

The New York Times melaporkan bahwa, pada hari Rabu, situs web Pentagon yang mencatat korban tewas pasukan AS sebanyak 18 personel dalam perang yang dijuluki Operasi Epic Fury.

Namun, pada hari Kamis, empat kematian tentara dihapus, dan total kematian yang tercantum di situs web Pentagon berkurang menjadi 14 personel.

Pejabat sementara sekretaris pers Departemen Perang, Joel Valdez, mengatakan perubahan tersebut disebabkan oleh "gangguan data sementara" dan akan segera diperbaiki. Hingga Jumat pagi Waktu Bagian Timur AS, jumlah korban yang tercantum di situs web tetap 14 personel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!