Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:11 WIB
Presiden Donald Trump menyambut kedatangan jenazah para tentara AS korban perang melawan Iran. Foto/White House
TEHERAN - Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, mengatakan bahwa AS telah kehilangan lebih dari 200 anggota militer setelah Washington melanggar Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani antara Iran dan AS di Islamabad. Sedangkan Pentagon yang awalnya mencatat jumlah tentara Amerika yang tewas 18 personel tiba-tiba merevisi menjadi 14 personel.

Dalam wawancara dengan Tasnim News Agency, Sabtu (26/7/2026), Mohebbi secara tegas membantah statistik Washington tentang korban jiwa militer AS dalam konflik terbaru.



Baca Juga: Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong

“Statistik Amerika mengenai jumlah korban jiwa adalah kebohongan belaka,” kata Mohebbi.

Dia mengatakan dalam serangan terhadap target Amerika, Iran menyerang 8 pusat penempatan pasukan, dan dalam satu kasus saja, ada 20 tempat perlindungan yang hancur.

Menurutnya, jumlah korban tewas militer Amerika dalam Operasi Nasr II—operasi pertahanan Iran terhadap serangan AS dalam dua minggu terakhir—lebih dari 200 personel. Sedangkan jumlah korban luka jauh lebih tinggi.

“Rakyat Amerika tidak boleh membiarkan komandan mereka yang berbohong berpikir bahwa mereka bodoh," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!