Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Jum'at, 24 Juli 2026 - 16:28 WIB
Pemandangan sumur minyak yang sedang beroperasi saat matahari terbenam di Ladang Minyak Elk Hills seiring kenaikan harga gas di California, Amerika Serikat pada 14 April 2024. Foto/Tayfun Co?kun/Anadolu Agency
TEHERAN - Harga minyak mentah Brent sempat naik di atas USD100 per barel pada hari Kamis (3/7/2026) setelah gerakan Houthi Yaman mengklaim telah menargetkan dua kapal tanker minyak Saudi di Laut Merah. Perkembangan itu meningkatkan kekhawatiran tentang pasokan energi dan rute pelayaran regional.
Pada pukul 13:40 GMT, minyak mentah Brent diperdagangkan sekitar USD99,56 per barel, naik 5,84%, setelah sebelumnya melampaui angka USD100 untuk pertama kalinya sejak Mei.
West Texas Intermediate (WTI), patokan AS, naik 4,68% menjadi USD90,89 per barel.
Kelompok Houthi mengatakan mereka telah melakukan operasi militer yang menargetkan dua kapal tanker minyak Saudi, yang diidentifikasi sebagai Incilia dan Layla, dengan tuduhan kapal-kapal tersebut telah melanggar blokade yang diumumkan kelompok tersebut awal pekan ini di pelabuhan-pelabuhan Saudi.
Pada pukul 13:40 GMT, minyak mentah Brent diperdagangkan sekitar USD99,56 per barel, naik 5,84%, setelah sebelumnya melampaui angka USD100 untuk pertama kalinya sejak Mei.
West Texas Intermediate (WTI), patokan AS, naik 4,68% menjadi USD90,89 per barel.
Kelompok Houthi mengatakan mereka telah melakukan operasi militer yang menargetkan dua kapal tanker minyak Saudi, yang diidentifikasi sebagai Incilia dan Layla, dengan tuduhan kapal-kapal tersebut telah melanggar blokade yang diumumkan kelompok tersebut awal pekan ini di pelabuhan-pelabuhan Saudi.
Lihat Juga :