Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa

Jum'at, 24 Juli 2026 - 11:37 WIB
Menurut laporan Haaretz, polisi Israel mengizinkan massa Yahudi untuk melakukan ritual keagamaan di beberapa bagian kompleks, termasuk area di mana praktik tersebut sebelumnya dibatasi.

Langkah-langkah terbaru ini melampaui tahun-tahun sebelumnya, ketika doa Yahudi, meskipun semakin ditoleransi di bawah kepemimpinan Ben-Gvir, sebagian besar terbatas pada bagian-bagian tertentu dari situs tersebut yang jauh dari para jamaah Muslim.

Kelompok aktivis Temple Mount mengatakan lebih dari 1.000 pengunjung Yahudi memasuki kompleks tersebut pada pagi hari, dengan ratusan lainnya diperkirakan datang kemudian seiring berlanjutnya peringatan Tisha B'Av.

Gambar yang diedarkan oleh organisasi aktivis tersebut menunjukkan para jamaah Yahudi berdoa di dalam kompleks tersebut, sementara anggota parlemen Partai Likud, Amit Halevi, dan kepala Administrasi Temple Mount Rabbi Shimshon Elboim dilaporkan mengibarkan bendera Israel dan menyanyikan lagu kebangsaan Israel.

Patel berpendapat bahwa peristiwa hari Kamis sangat signifikan karena tampaknya mencerminkan kebijakan resmi pemerintah daripada tindakan terisolasi oleh para aktivis.

"Pada bulan Januari [Perdana Menteri Israel Benjamin] Netanyahu secara terbuka mengonfirmasi bahwa Ben-Gvir bertindak berkoordinasi dengannya dan bahwa dialah yang menentukan kebijakan. Pemerintah Israel terus mengatakan kepada dunia bahwa status quo tidak berubah sementara para menterinya berdiri di Al-Aqsa mengumumkan bahwa status quo telah berubah," kata Patel.

Kompleks Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga dalam Islam dan telah dikelola oleh Waqf Islam Yordania sejak Israel merebut dan menduduki Yerusalem Timur pada tahun 1967.

Di bawah status quo yang telah lama berlaku, umat Muslim memiliki hak eksklusif untuk beribadah di situs tersebut, sementara non-Muslim diizinkan untuk berkunjung dengan syarat-syarat tertentu tetapi tidak diizinkan untuk melakukan ritual keagamaan terorganisir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!