Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:31 WIB
Ketika ditanya tentang pejabat Iran yang merujuk pada kebijakan "mata ganti mata", Rubio mengatakan pendekatan Donald Trump adalah "satu kepala untuk satu mata".

"Mereka akan membayar harga yang sangat mahal untuk hal-hal yang mereka lakukan. Mereka sudah membayar harga yang mahal," kata Rubio, mengklaim infrastruktur industri negara itu sedang "dihancurkan", mengakibatkan kerugian "miliaran" dolar.

Menteri Luar Negeri AS mengatakan Iran "adalah negara yang dijalankan oleh ulama radikal", menyebut mereka "tidak peduli" terhadap masalah ekonomi.

"Mereka menghancurkan negara mereka," katanya, menambahkan, "Iran bisa menjadi negara terkaya di Timur Tengah jika mereka mau."

"Tetapi sebaliknya mereka mengambil uang mereka, dan mereka menggunakannya, dan mereka memberikannya kepada Hizbullah, mereka memberikannya kepada Hamas, mereka memberikannya kepada Houthi. Mereka memberikannya kepada milisi Syiah. Mereka memberikannya kepada terorisme yang disponsori di seluruh dunia."

Rubio mengatakan fokus utama AS adalah "Iran yang telah dinuklirisasi".

"Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir; Maksudku, bayangkan apa yang akan mereka lakukan pada dunia.”

Ia juga mengomentari situasi di Yaman, mengatakan ia berharap Houthi akan mengurangi ketegangan. “Mereka telah dijebak oleh Iran,” ujar dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!