Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Kamis, 23 Juli 2026 - 06:54 WIB
Serangan pesawat nirawak Iran berhasil menghantam situs-situs CIA di kawasan Teluk. Amerika Serikat curiga Rusia membantu Iran. Foto/Mehr News Agency
TEHERAN - Serangan pesawat nirawak Iran berhasil menghantam fasilitas Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat (AS) di Teluk. Para analis intelijen Amerika mencurigai Rusia telah membantu Teheran.
Para analis sedang menyelidiki apakah Rusia benar-benar membantu Iran dengan memberikan informasi penargetan atau teknologi pesawat nirawak canggih. Demikian diungkap empat sumber Amerika yang mengetahui intelijen AS, sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga: Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Sumber-sumber tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim untuk membahas masalah keamanan nasional, mengatakan bahwa pejabat intelijen AS belum mencapai kesimpulan pasti tentang kemungkinan keterlibatan Rusia dalam serangan terhadap fasilitas CIA. Tetapi mereka menyebutkan efektivitas dan ketepatan serangan yang tampak, serta dukungan teknis Rusia yang lebih luas untuk Iran, sebagai bukti yang mungkin.
Reuters dan media lain telah melaporkan—dan pejabat AS telah mengakui—bahwa Rusia telah memberikan penargetan dan dukungan lain untuk Iran dalam serangannya terhadap target AS di wilayah Teluk secara umum, tetapi penyelidikan komunitas intelijen tentang kemungkinan keterlibatan Rusia dalam mendukung serangan fasilitas CIA belum pernah diungkapkan sebelumnya.
Setidaknya dua situs CIA diserang pada bulan Maret, menurut laporan Reuters. Salah satu fasilitas tersebut adalah stasiun CIA di Arab Saudi, yang terletak di kedutaan AS di Riyadh, dan situs terpisah terletak di Irak timur. Beberapa sumber mengatakan situs CIA tambahan telah diserang, tetapi mereka tidak mengungkapkan detailnya.
Sebuah memo internal dari badan intelijen Barat, yang dijelaskan oleh seorang pejabat yang memiliki akses ke dokumen tersebut, menyimpulkan bahwa Rusia kemungkinan telah memainkan peran dalam menargetkan fasilitas CIA regional. Pejabat tersebut membahas memo itu dengan syarat penulisnya tidak diungkapkan.
Para analis sedang menyelidiki apakah Rusia benar-benar membantu Iran dengan memberikan informasi penargetan atau teknologi pesawat nirawak canggih. Demikian diungkap empat sumber Amerika yang mengetahui intelijen AS, sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga: Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Sumber-sumber tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim untuk membahas masalah keamanan nasional, mengatakan bahwa pejabat intelijen AS belum mencapai kesimpulan pasti tentang kemungkinan keterlibatan Rusia dalam serangan terhadap fasilitas CIA. Tetapi mereka menyebutkan efektivitas dan ketepatan serangan yang tampak, serta dukungan teknis Rusia yang lebih luas untuk Iran, sebagai bukti yang mungkin.
Reuters dan media lain telah melaporkan—dan pejabat AS telah mengakui—bahwa Rusia telah memberikan penargetan dan dukungan lain untuk Iran dalam serangannya terhadap target AS di wilayah Teluk secara umum, tetapi penyelidikan komunitas intelijen tentang kemungkinan keterlibatan Rusia dalam mendukung serangan fasilitas CIA belum pernah diungkapkan sebelumnya.
Setidaknya dua situs CIA diserang pada bulan Maret, menurut laporan Reuters. Salah satu fasilitas tersebut adalah stasiun CIA di Arab Saudi, yang terletak di kedutaan AS di Riyadh, dan situs terpisah terletak di Irak timur. Beberapa sumber mengatakan situs CIA tambahan telah diserang, tetapi mereka tidak mengungkapkan detailnya.
Sebuah memo internal dari badan intelijen Barat, yang dijelaskan oleh seorang pejabat yang memiliki akses ke dokumen tersebut, menyimpulkan bahwa Rusia kemungkinan telah memainkan peran dalam menargetkan fasilitas CIA regional. Pejabat tersebut membahas memo itu dengan syarat penulisnya tidak diungkapkan.
Lihat Juga :