Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
Rabu, 22 Juli 2026 - 07:10 WIB
Pada tahun 2024, Komisi Eropa untuk Melawan Rasisme dan Intoleransi (ECRI) dari Dewan Eropa menyatakan penegak hukum Italia telah melakukan profiling rasial, khususnya menargetkan komunitas Roma dan orang-orang keturunan Afrika.
Perdana Menteri Giorgia Meloni menolak temuan tersebut, dengan mengatakan polisi pantas mendapatkan rasa hormat, bukan "penghinaan."
Anggota pemerintahannya yang lain juga menolak laporan tersebut. Perselisihan ini memperdalam debat politik yang lebih luas tentang rasisme institusional dan kepolisian di Italia.
Di Italia, insiden ini dibandingkan dengan kematian George Floyd, yang meninggal pada tahun 2020 saat ditahan oleh polisi Amerika, serta taktik penegakan hukum yang digunakan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di era Presiden Donald Trump.
Baca juga: Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Perdana Menteri Giorgia Meloni menolak temuan tersebut, dengan mengatakan polisi pantas mendapatkan rasa hormat, bukan "penghinaan."
Anggota pemerintahannya yang lain juga menolak laporan tersebut. Perselisihan ini memperdalam debat politik yang lebih luas tentang rasisme institusional dan kepolisian di Italia.
Di Italia, insiden ini dibandingkan dengan kematian George Floyd, yang meninggal pada tahun 2020 saat ditahan oleh polisi Amerika, serta taktik penegakan hukum yang digunakan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di era Presiden Donald Trump.
Baca juga: Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
(sya)
Lihat Juga :