Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Jum'at, 17 Juli 2026 - 10:46 WIB
Trump mengatakan Direktur FBI Kash Patel akan diinstruksikan untuk memastikan bahwa kasus ini diselidiki sepenuhnya dan setiap dugaan kejahatan akan dirujuk ke penuntutan.
Paket terakhir mengutip tinjauan Departemen Keamanan Dalam Negeri yang diduga mengidentifikasi sekitar 278.000 warga non-warga negara yang terdaftar untuk memilih dalam pemilu federal.
Gedung Putih tidak mengatakan berapa banyak, jika ada, yang telah memberikan suara dan tidak mengeklaim bahwa ada total suara di AS yang diubah selama pemilu 2020.
Sementara itu, Kedutaan Besar China di Washington membantah tuduhan Trump. "Beijing tidak pernah dan tidak akan pernah ikut campur dalam pemilu presiden AS," kata kedutaan.
Sekadar diketahui penilaian komunitas intelijen AS yang tidak diklasifikasikan pada tahun 2021 tidak menemukan indikasi bahwa ada aktor asing yang berusaha atau berhasil mengubah "aspek teknis apa pun" dari pemilu presiden tahun 2020, termasuk pendaftaran pemilih, surat suara, tabulasi, atau hasil pemilu.
Penilaian tersebut dilakukan di bawah kepemimpinan John Ratcliffe, yang saat itu menjabat sebagai direktur intelijen nasional era Trump dan sekarang menjadi direktur CIA.
Halaman sampulnya menyatakan bahwa versi rahasia tersebut telah diberitahukan kepada Trump, anggota senior pemerintahannya, para pemimpin kongres, dan komite intelijen pada tanggal 7 Januari 2021, beberapa hari sebelum masa jabatan pertama Trump berakhir.
Paket terakhir mengutip tinjauan Departemen Keamanan Dalam Negeri yang diduga mengidentifikasi sekitar 278.000 warga non-warga negara yang terdaftar untuk memilih dalam pemilu federal.
Gedung Putih tidak mengatakan berapa banyak, jika ada, yang telah memberikan suara dan tidak mengeklaim bahwa ada total suara di AS yang diubah selama pemilu 2020.
Sementara itu, Kedutaan Besar China di Washington membantah tuduhan Trump. "Beijing tidak pernah dan tidak akan pernah ikut campur dalam pemilu presiden AS," kata kedutaan.
Sekadar diketahui penilaian komunitas intelijen AS yang tidak diklasifikasikan pada tahun 2021 tidak menemukan indikasi bahwa ada aktor asing yang berusaha atau berhasil mengubah "aspek teknis apa pun" dari pemilu presiden tahun 2020, termasuk pendaftaran pemilih, surat suara, tabulasi, atau hasil pemilu.
Penilaian tersebut dilakukan di bawah kepemimpinan John Ratcliffe, yang saat itu menjabat sebagai direktur intelijen nasional era Trump dan sekarang menjadi direktur CIA.
Halaman sampulnya menyatakan bahwa versi rahasia tersebut telah diberitahukan kepada Trump, anggota senior pemerintahannya, para pemimpin kongres, dan komite intelijen pada tanggal 7 Januari 2021, beberapa hari sebelum masa jabatan pertama Trump berakhir.
(mas)
Lihat Juga :