Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:17 WIB
Keputusan FIFA tersebut sempat menuai kontroversi, namun penyelenggaraan turnamen akhirnya menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya Piala Dunia digelar di negara Arab dan Timur Tengah.

Kesuksesan penyelenggaraan ajang tersebut semakin memperkuat citra Qatar sebagai negara modern dengan infrastruktur kelas dunia.

Langkah Langka Menyerahkan Takhta kepada Putranya



Berbeda dengan sebagian besar monarki di Timur Tengah yang memerintah hingga akhir hayat, Sheikh Hamad memilih menyerahkan kekuasaan secara sukarela kepada putranya, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, pada 25 Juni 2013.

Transisi kepemimpinan berlangsung damai dan menjadi salah satu contoh regenerasi politik paling mulus di kawasan Teluk.

Meski tidak lagi menjabat sebagai emir, pengaruh Hamad tetap terasa karena banyak kebijakan strategis Qatar saat ini merupakan kelanjutan dari fondasi yang ia bangun selama hampir dua dekade.

Wafat Meninggalkan Warisan Besar



Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani meninggal dunia pada 12 Juli 2026 dalam usia 74 tahun. Kepergiannya memicu ucapan belasungkawa dari berbagai pemimpin dunia yang mengenangnya sebagai tokoh dengan visi jauh ke depan.

Bagi Qatar, Hamad bukan sekadar mantan pemimpin negara. Ia dikenang sebagai arsitek utama yang mengubah negeri kecil di tengah gurun menjadi salah satu kekuatan ekonomi, diplomasi, media, dan olahraga paling berpengaruh di dunia. Warisan itulah yang membuat namanya tetap dikenang sebagai salah satu pemimpin paling sukses dalam sejarah modern Timur Tengah.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!