Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:59 WIB
Menurut Rodriguez, emas tersebut adalah milik rakyat Venezuela sehingga seharusnya dipakai membantu korban gempa, membangun kembali sekolah, rumah sakit, serta memulihkan ekonomi nasional.

Namun, apakah Raja Charles bisa memerintahkan pengembalian emas Venezuela? Secara konstitusional, jawabannya hampir pasti tidak.

Inggris adalah monarki konstitusional. Raja tidak memiliki kewenangan operasional untuk memerintahkan Bank of England menyerahkan aset negara asing.

Keputusan tetap berada dalam kerangka hukum Inggris, kebijakan pemerintah, dan putusan pengadilan.

Karena itu, surat kepada Raja Charles lebih dipandang sebagai langkah diplomatik dan simbolis daripada jalur hukum yang dapat langsung mengakhiri sengketa.

Timeline 31 Ton Emas Disimpan di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil

Tahun 1980-an

Bank Sentral Venezuela mulai menyimpan sebagian cadangan emas di Bank of England di London. Langkah ini lazim dilakukan banyak negara agar emas mudah diperdagangkan di pasar London dan lebih aman.

Tahun 1999

Hugo Chavez menjadi Presiden Veenezuela. Hubungan Venezuela dengan AS dan negara-negara Barat mulai memburuk.

Tahun 2011

Chavez memerintahkan pemulangan sekitar 160 ton emas dari bank-bank asing ke Caracas. Namun sekitar 14 ton tetap disimpan di Bank of England. Chavez khawatir aset luar negeri dapat dibekukan jika konflik politik meningkat.

Tahun 2013

Hugo Chavez meninggal dunia. Nicolas Maduro menjadi presiden. Krisis ekonomi parah melanda Venezuela.

Tahun 2015

Bank Sentral Venezuela melakukan "gold swap" dengan Deutsche Bank menggunakan sekitar 17 ton emas sebagai jaminan pinjaman. Sebagian emas Venezuela menjadi agunan utang.

Tahun 2018

Pemerintah Maduro meminta Bank of England mengembalikan sekitar 14 ton emas untuk membantu perekonomian. Bank of England menolak memproses permintaan tersebut karena meningkatnya kekhawatiran terkait sanksi internasional dan situasi politik Venezuela.

Januari 2019

Venezuela melunasi pinjaman kepada Deutsche Bank sehingga 17 ton emas yang dijadikan jaminan kembali ke rekening Bank Sentral Venezuela di Bank of England. Total emas Venezuela di Bank of England meningkat menjadi sekitar 31 ton.

23 Januari 2019

Juan Guaidó mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara Venezuela. Inggris, AS, dan puluhan negara mengakuinya sebagai pemimpin sah. Sengketa berubah dari masalah emas menjadi masalah siapa pemerintah Venezuela yang sah. Bank of England membekukan akses terhadap emas tersebut.

Tahun 2020

Pemerintah Maduro meminta izin menjual sebagian emas melalui UNDP untuk membeli obat dan peralatan Covid-19. Pengadilan Inggris menolak karena Inggris masih mengakui Juan Guaidó sebagai presiden Venezuela.

Tahun 2020–2023

Gugatan berlangsung di Pengadilan Tinggi, Pengadilan Banding, hingga Mahkamah Agung Inggris. Sengketa hukum terus berlanjut mengenai siapa yang berhak mewakili Bank Sentral Venezuela.

Tahun 2024–2025

Sengketa belum menemukan penyelesaian final dan emas tetap berada di brankas Bank of England. Sekitar 31 ton emas tetap tidak dapat diakses Venezuela.

Tahun 2026

Pasukan AS menangkap Presiden Nicolas Maduro, dan Delcy Rodríguez menjadi presiden sementara Venezuela. Pada Juni lalu, gempa kembar melanda Venezuela. Rodríguez mengirim surat kepada Raja Charles III agar 31 ton emas dilepaskan untuk membiayai rekonstruksi. Hingga kini emas tersebut masih dibekukan karena sengketa hukum dan politik belum selesai.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!