Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:07 WIB

Kasus Xu Zewei dan Model Kontraktor Siber



Pada hari yang sama dengan publikasi laporan Citizen Lab dan ICIJ, Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan ekstradisi seorang warga negara China bernama Xu Zewei dari Italia.

Jaksa AS menuduh Xu terlibat dalam peretasan terhadap universitas-universitas Amerika Serikat yang melakukan penelitian vaksin, pengobatan, dan pengujian Covid-19 pada 2020 dan 2021.

Ia juga dituduh menjadi bagian dari kelompok Hafnium atau Silk Typhoon yang mengeksploitasi kerentanan pada server Microsoft Exchange dan mengompromikan puluhan ribu organisasi di seluruh dunia.

Menurut pemerintah AS, Xu bekerja untuk Shanghai Powerock Network, sebuah perusahaan yang disebut memiliki hubungan dengan Kementerian Keamanan Negara China.

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menyebut Xu sebagai salah satu dari banyak kontraktor yang digunakan pemerintah China untuk menyamarkan keterlibatan negara dalam operasi siber.

Xu sendiri membantah tuduhan tersebut melalui pengacaranya, sementara Kementerian Luar Negeri China menuduh Washington "merekayasa kasus".

Garis Depan Baru



“Pola yang muncul dari kasus Citizen Lab dan Xu Zewei menunjukkan perubahan sifat ancaman siber yang dihadapi para aktivis dan jurnalis,” kata Doddi.

Jika sebelumnya perhatian lebih banyak tertuju pada pencurian data atau rahasia dagang, kini operasi siber disebut semakin diarahkan untuk membungkam pihak-pihak yang mendokumentasikan dugaan pelanggaran hak asasi manusia maupun aktivitas politik Beijing di luar negeri.

Citizen Lab dan para peneliti keamanan siber merekomendasikan penggunaan kunci keamanan perangkat keras, autentikasi multi-faktor, serta verifikasi identitas melalui saluran alternatif sebelum membuka tautan atau lampiran, bahkan ketika pesan tampak berasal dari sumber terpercaya.

Bagi Doddi, persoalan yang dipertaruhkan tidak lagi sekadar keamanan siber, melainkan kebebasan berekspresi dan kemampuan masyarakat sipil untuk beroperasi tanpa intimidasi lintas batas.

"Untuk para aktivis di pengasingan dan jurnalis yang meliput mereka, kotak masuk email kini telah menjadi garis depan baru," pungkasnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!