10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia

Rabu, 15 Juli 2026 - 01:15 WIB
Air bagian atas yang jernih membawa relatif sedikit nutrisi dan sedikit fitoplankton. Matano juga mendukung ekosistem khas ikan, udang, siput, dan spesies endemik lainnya yang berevolusi secara terisolasi. Beberapa di antaranya tidak ditemukan di luar danau-danau purba Sulawesi.

Penambangan, pembangunan di tepi pantai, spesies invasif, dan polusi nutrisi semuanya mengancam lingkungan yang tidak biasa ini. Menjaga kualitas air sangat penting di sini, karena banyak organisme asli menempati habitat yang sangat terbatas.

8. Danau Gun, British Columbia, Kanada - Hingga 72 kaki (21,8 m)

Survei pemantauan komunitas tahun 2025 mencatat kedalaman Secchi mendekati 72 kaki (21,8 m) di Danau Gun di wilayah South Chilcotin, British Columbia. Angka tersebut termasuk di antara pembacaan Secchi terdalam yang dilaporkan baru-baru ini di Amerika Utara, meskipun berasal dari upaya pemantauan lokal dan bukan perbandingan internasional yang terstandarisasi.

Lokasi pegunungan yang terpencil, populasi lokal yang kecil, dan daerah aliran sungai yang sebagian besar belum dikembangkan semuanya mendukung kejernihan air. Konsentrasi nutrisi dan sedimen yang rendah memungkinkan sinar matahari menembus jauh ke dalam air. Seperti halnya danau-danau jernih lainnya, visibilitas masih dapat berubah karena curah hujan, limpasan, alga, dampak kebakaran hutan, dan penggunaan rekreasi.

Danau Gun terletak di tengah medan terjal Pegunungan Pesisir British Columbia. Airnya yang jernih dan latar belakang pegunungan menarik para pendayung, perenang, dan pemancing ke tepi danau. Pemantauan yang dipimpin komunitas memainkan peran nyata di sini, menangkap perubahan lingkungan sebelum menjadi parah.

9. Danau Khövsgöl, Mongolia - Sekitar 66 kaki (20 m)

Kejernihan air di Danau Khövsgöl di Mongolia utara mencapai sekitar 66 kaki (20 m). Pengamatan ilmiah umumnya menempatkan perairan pelagisnya yang paling jernih di dekat atau di atas 59 kaki (18 m), dengan pembacaan yang bervariasi menurut musim dan lokasi.

Kadang-kadang disebut "Mutiara Biru Mongolia," Khövsgöl termasuk di antara danau air tawar terbesar di Asia berdasarkan volume. Danau ini membentang sekitar 85 mil (136 km), mencapai kedalaman maksimum sekitar 860 kaki (262 m), dan menyimpan hampir 70% air tawar Mongolia.

Danau ini tergolong muda secara geologis dibandingkan dengan Danau Baikal di dekatnya, namun keduanya termasuk dalam sistem retakan yang sama dan terhubung melalui jaringan sungai Egiin Gol dan Selenga. Iklim dingin, kadar nutrisi rendah, populasi lokal yang jarang, dan daerah aliran sungai yang sebagian besar berhutan dan bergunung-gunung semuanya berkontribusi pada kejernihan Danau Khövsgöl.

Danau dan sekitarnya mendukung kehidupan ikan, burung air, rusa, kambing gunung Siberia, domba argali, beruang coklat, dan satwa liar lainnya. Pariwisata telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir, yang membuat pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, perlindungan garis pantai, dan pembatasan polusi menjadi semakin penting.

10. Danau Malawi, Afrika Timur - Hingga 66 kaki (20 m)

Danau Malawi, juga dikenal sebagai Danau Nyasa atau Lago Niassa, telah mencatat kedalaman Secchi mencapai sekitar 66 kaki (20 m) di daerah lepas pantainya yang paling jernih. Visibilitas lebih rendah di dekat muara sungai, garis pantai yang padat penduduk, dan tempat-tempat yang terpengaruh oleh sedimen atau limpasan nutrisi.

Dibatasi oleh Malawi, Mozambik, dan Tanzania, danau ini merupakan bagian dari sistem Celah Afrika Timur. Luasnya sekitar 11.430 mil persegi (29.600 km persegi) dan mencapai kedalaman maksimum sekitar 2.316 kaki (706 m), yang menjadikannya salah satu danau air tawar terbesar dan terdalam di dunia.

Malawi memiliki stratifikasi permanen, sehingga air bagian atasnya yang kaya oksigen jarang bercampur sepenuhnya dengan lapisan bawah yang miskin oksigen. Kondisi air yang jernih di lepas pantai sebagian disebabkan oleh rendahnya sedimen dan plankton di dekat permukaan selama musim-musim tertentu. Keanekaragaman hayati danau juga membentuk bagaimana alga dan nutrisi bergerak melalui ekosistem.

Lebih dari 1.000 spesies ikan cichlid dapat hidup di Danau Malawi, menjadikannya salah satu konsentrasi keanekaragaman ikan air tawar terbesar di Bumi. Banyak yang memakan alga yang menempel pada bebatuan, sementara yang lain memakan plankton, invertebrata, ikan, atau bahan organik. Warna-warna cerah dan perilaku yang beragam menjadikan danau ini tujuan terkenal untuk snorkeling dan menyelam.

Danau ini juga menjadi habitat bagi elang ikan Afrika, kuda nil, buaya, berang-berang leher berbintik, dan banyak burung air. Taman Nasional Danau Malawi, Situs Warisan Dunia UNESCO, melindungi sebagian garis pantai selatan, pulau-pulau di sekitarnya, dan habitat ikan yang sangat beragam.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!