Perang Timur Tengah Bak Neraka: Iran Melawan AS, Arab Saudi Melawan Houthi Yaman
Selasa, 14 Juli 2026 - 08:02 WIB
Dalam surat pada Jumat dan diperoleh oleh New York Times, Politico, dan media lain, Trump mengumumkan serangan AS yang diperbarui terhadap Republik Islam Iran, dengan Gedung Putih berpendapat bahwa langkah tersebut memberi pemerintah tenggat waktu 60 hari baru untuk meminta persetujuan Kongres.
"Kita akan menghantam mereka dengan sangat keras malam ini, dan kita akan menghantam mereka dengan keras besok," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan pembawa acara radio Hugh Hewitt pada hari Senin.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan tak lama kemudian bahwa mereka telah mulai melancarkan serangan malam ketiga berturut-turut, dengan ledakan hebat dilaporkan di berbagai wilayah Iran.
"Komando Pusat mulai melancarkan serangan malam ketiga berturut-turut terhadap Iran, atas arahan panglima tertinggi," kata CENTCOM di X, Selasa (14/7/2026).
“Serangan-serangan ini akan terus memberikan kerugian besar bagi pasukan Iran dan mengurangi kemampuan mereka untuk menyerang warga sipil yang tidak bersalah dan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz,” imbuh CENTCOM.
Trump juga mengeklaim bahwa Washington mengambil alih Selat Hormuz, jalur pasokan energi utama, dan akan mengenakan biaya 20% untuk semua kapal kargo untuk perlindungan. Washington juga akan memberlakukan kembali blokade pelabuhan Iran dan melarang kapal milik Iran atau pelanggannya untuk melintas.
"Kita akan menghantam mereka dengan sangat keras malam ini, dan kita akan menghantam mereka dengan keras besok," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan pembawa acara radio Hugh Hewitt pada hari Senin.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan tak lama kemudian bahwa mereka telah mulai melancarkan serangan malam ketiga berturut-turut, dengan ledakan hebat dilaporkan di berbagai wilayah Iran.
"Komando Pusat mulai melancarkan serangan malam ketiga berturut-turut terhadap Iran, atas arahan panglima tertinggi," kata CENTCOM di X, Selasa (14/7/2026).
“Serangan-serangan ini akan terus memberikan kerugian besar bagi pasukan Iran dan mengurangi kemampuan mereka untuk menyerang warga sipil yang tidak bersalah dan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz,” imbuh CENTCOM.
Trump juga mengeklaim bahwa Washington mengambil alih Selat Hormuz, jalur pasokan energi utama, dan akan mengenakan biaya 20% untuk semua kapal kargo untuk perlindungan. Washington juga akan memberlakukan kembali blokade pelabuhan Iran dan melarang kapal milik Iran atau pelanggannya untuk melintas.
(mas)
Lihat Juga :