Perang Timur Tengah Bak Neraka: Iran Melawan AS, Arab Saudi Melawan Houthi Yaman

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:02 WIB
loading...
Perang Timur Tengah...
Komando Pusat AS luncurkan serangan rudal ke Iran, dan di sisi lain kelompok Houthi Yaman serang Kerajaan Arab Saudi. Foto/X @CENTCOM
A A A
RIYADH - Situasi perang di Timur Tengah sekarang bak "neraka" dengan munculnya front pertempuran baru antara Kerajaan Arab Saudi melawan Houthi Yaman. Di sisi lain, Iran kembali berperang melawan Amerika Serikat (AS).

Houthi Yaman yang didukung Iran telah menyerang Arab Saudi dengan rudal pada hari Senin, beberapa jam setelah kelompok pemberontak itu menuduh Riyadh menyerang bandara Sanaa. Aksi saling serang ini mengancam membalikkan konflik kedua pihak yang telah lama membeku.

Baca Juga: Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?

Beda dengan klaim Houthi, pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi mengeklaim pasukannya yang bertanggung jawab atas serangan terhadap bandara Sanaa yang dikuasai Houthi. Mereka berdalih ingin mencegah pesawat Iran mendarat di Yaman.

Konflik ini terjadi setelah pemerintah Yaman gagal meyakinkan delegasi Houthi yang pergi ke Teheran untuk pemakaman almarhum mantan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei untuk naik penerbangan maskapai domestik Yemenia.

"Sebagai tanggapan atas agresi kriminal Saudi ini, Angkatan Bersenjata Yaman melakukan operasi militer yang menargetkan Bandara Internasional Abha, menggunakan sejumlah rudal balistik dan pesawat nirawak," kata juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan video. Kelompok ini telah lama menyatakan diri sebagai otoritas yang sah di Yaman sehingga pasukannya menamai diri mereka Angkatan Bersenjata Yaman.

Sebelumnya, Saree menuduh Arab Saudi mengakhiri fase de-eskalasi dan memperingatkan bahwa serangan itu tidak akan dibiarkan tanpa balasan atau hukuman.

Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki al-Maliki, mengatakan sistem pertahanan udara kerajaan telah menangani rudal Houthi.

Eskalasi terbaru ini mengancam untuk membongkar gencatan senjata yang telah berlangsung sejak 2022 meskipun telah berakhir, dan terjadi pada saat ketegangan meningkat karena Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan yang berdampak pada Teluk dan lalu lintas di Selat Hormuz.

Teheran mengutuk serangan terhadap bandara Sanaa, dengan Kementerian Luar Negeri Iran menggambarkannya sebagai pelanggaran hukum internasional yang jelas.

Namun setelah serangan di Sanaa, kepala Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad al-Alimi, mengatakan bahwa dia telah memerintahkan agar cakupan konfrontasi tidak diperluas.

AS Perang Melawan Iran


Sementara itu, Presiden Donald Trump secara resmi memberi tahu Kongres bahwa AS kembali berperang dengan Iran. Dia berjanji untuk menghantam Republik Islam tersebut dengan keras dan mengeklaim tidak ada yang bisa mereka lakukan.

Dalam surat pada Jumat dan diperoleh oleh New York Times, Politico, dan media lain, Trump mengumumkan serangan AS yang diperbarui terhadap Republik Islam Iran, dengan Gedung Putih berpendapat bahwa langkah tersebut memberi pemerintah tenggat waktu 60 hari baru untuk meminta persetujuan Kongres.

"Kita akan menghantam mereka dengan sangat keras malam ini, dan kita akan menghantam mereka dengan keras besok," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan pembawa acara radio Hugh Hewitt pada hari Senin.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan tak lama kemudian bahwa mereka telah mulai melancarkan serangan malam ketiga berturut-turut, dengan ledakan hebat dilaporkan di berbagai wilayah Iran.

"Komando Pusat mulai melancarkan serangan malam ketiga berturut-turut terhadap Iran, atas arahan panglima tertinggi," kata CENTCOM di X, Selasa (14/7/2026).

“Serangan-serangan ini akan terus memberikan kerugian besar bagi pasukan Iran dan mengurangi kemampuan mereka untuk menyerang warga sipil yang tidak bersalah dan kapal-kapal komersial di Selat Hormuz,” imbuh CENTCOM.

Trump juga mengeklaim bahwa Washington mengambil alih Selat Hormuz, jalur pasokan energi utama, dan akan mengenakan biaya 20% untuk semua kapal kargo untuk perlindungan. Washington juga akan memberlakukan kembali blokade pelabuhan Iran dan melarang kapal milik Iran atau pelanggannya untuk melintas.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Trump Lontarkan Klaim...
Trump Lontarkan Klaim Mengejutkan: 90% Mojtaba Khamenei Telah Tewas
Pakar Militer Ini Prediksi...
Pakar Militer Ini Prediksi Serangan AS Tak Mampu Lumpuhkan Militer Iran yang Menguasai Selat Hormuz
Eks Komandan IRGC: Iran...
Eks Komandan IRGC: Iran Mampu Membunuh Trump di Dalam Gedung Putih
AS Bombardir Iran Pagi...
AS Bombardir Iran Pagi Ini usai Trump Janji Serang Teheran Sangat Keras
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Laporan: Sebut Ancaman...
Laporan: Sebut Ancaman Kedaulatan, AS Ambil Langkah Lumpuhkan Mahkamah Pidana Internasional
Pertama Kali, Militer...
Pertama Kali, Militer AS Gunakan Drone Laut Serang Iran
Rekomendasi
HNSI Nilai Kebijakan...
HNSI Nilai Kebijakan BBM Khusus Nelayan Bukti Keberpihakan Presiden Prabowo
Tokenisasi ETF Buka...
Tokenisasi ETF Buka Akses Lebih Mudah Investasi S&P 500 dan Nasdaq
Kemendikdasmen Terbitkan...
Kemendikdasmen Terbitkan SE Pembatasan Penggunaan Gawai di Sekolah
Berita Terkini
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Trump Lontarkan Klaim...
Trump Lontarkan Klaim Mengejutkan: 90% Mojtaba Khamenei Telah Tewas
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved