AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
Senin, 13 Juli 2026 - 07:14 WIB
Eskalasi terbaru ini semakin merusak nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua negara pada 17 Juni. Sejak penandatanganan itu, kedua pihak saling menuduh melanggar kesepakatan tersebut.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka akan tetap menutup Selat Hormuz yang strategis bagi semua pelayaran sampai AS mengakhiri “intervensi ilegalnya” di wilayah tersebut.
Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengecam "kesepakatan sepihak", dan memperingatkan AS untuk "menepati janji atau membayar harganya."
CENTCOM mengatakan pasukan AS telah menyerang lebih dari 300 target militer selama tiga malam sebelumnya. Pada hari Minggu, Iran menanggapi dengan meluncurkan rudal ke lima negara Teluk Arab yang menjadi tuan rumah pangkalan Amerika.
AS dan Iran telah berselisih mengenai interpretasi ketentuan MoU tentang Selat Hormuz, yang menangani sekitar seperempat perdagangan minyak dan LNG dunia melalui jalur laut.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka akan tetap menutup Selat Hormuz yang strategis bagi semua pelayaran sampai AS mengakhiri “intervensi ilegalnya” di wilayah tersebut.
Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengecam "kesepakatan sepihak", dan memperingatkan AS untuk "menepati janji atau membayar harganya."
CENTCOM mengatakan pasukan AS telah menyerang lebih dari 300 target militer selama tiga malam sebelumnya. Pada hari Minggu, Iran menanggapi dengan meluncurkan rudal ke lima negara Teluk Arab yang menjadi tuan rumah pangkalan Amerika.
AS dan Iran telah berselisih mengenai interpretasi ketentuan MoU tentang Selat Hormuz, yang menangani sekitar seperempat perdagangan minyak dan LNG dunia melalui jalur laut.
Lihat Juga :