AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang

Senin, 13 Juli 2026 - 07:14 WIB
Berdasarkan perjanjian tersebut, Iran berjanji untuk menggunakan upaya terbaiknya untuk jalur aman kapal komersial tanpa biaya selama 60 hari dan bernegosiasi dengan Oman mengenai administrasi dan layanan maritim di masa depan di selat tersebut.

Iran bersikeras bahwa mereka memiliki hak untuk mengatur lalu lintas dan memungut bea, dengan mengatakan bahwa kapal harus melewati rute yang telah ditentukan.

Sementara itu, AS menuntut agar Iran menyatakan selat tersebut sepenuhnya terbuka dan telah memandu kapal-kapal di sepanjang rute dekat pantai Oman, yang dikecam oleh IRGC sebagai "ilegal".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!