Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?

Senin, 13 Juli 2026 - 01:10 WIB
Para komandan utama IRGC mengendalikan selat tersebut, tidak hanya itu, tetapi juga membalas dendam atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei,” katanya kepada Al Jazeera. “Mereka ingin memastikan AS tidak akan pernah menyerang Iran lagi.”

“Tampaknya ada tim komandan dan mantan komandan di IRGC dan kelompok garis keras lainnya yang bersikeras untuk melanjutkan perang lebih jauh dari apa yang diinginkan oleh kepemimpinan sipil terpilih. Mereka menginginkan kesepakatan,” jelas Katzman.

2. AS Tak Mau Mengalah

AS tidak akan mengalah dalam hal Selat Hormuz, tambahnya.

“Merupakan kepentingan vital Amerika Serikat agar selat tersebut tetap terbuka.”

Jika faksi garis keras di Iran terus menekan poin ini, Katzman yakin kita akan melihat "eskalasi yang sangat substansial" oleh AS. Namun, ia menambahkan bahwa kepemimpinan sipil di Iran, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, "akan mulai menekan IRGC untuk mundur dan menerima penyelesaian melalui negosiasi yang melibatkan Oman, Iran, dan AS".

3. Ada Kelompok Garis Keras di IRGC

Kenneth Katzman mengatakan serangan terbaru terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz merupakan tanda perpecahan yang terus berlanjut di dalam rezim Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!