Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad

Minggu, 12 Juli 2026 - 10:46 WIB
Pemerintah Turki telah memperlakukan spekulasi tentang kesehatan Erdoğan sebagai masalah kriminal. Polisi meluncurkan proses hukum terhadap 30 pengguna media sosial pada November 2021 setelah unggahan-unggahan tersebut menyatakan bahwa dia telah meninggal.

Hubungan Turki dengan Israel telah lama menggabungkan konfrontasi politik dengan hubungan militer, intelijen, energi, dan perdagangan. Kedua negara memulihkan hubungan diplomatik penuh pada tahun 2022 sebelum menarik duta besar setelah Israel memulai serangannya terhadap Gaza pada Oktober 2023.

Erdogan menuduh Israel melakukan genosida dan Turki menghentikan perdagangan langsung dengan rezim Zionis pada Mei 2024. Ankara ikut bergabung dengan Afrika Selatan dalam menggugat Israel dalam kasus genosida Palestina yang diajukan di Mahkamah Internasional.

Sebuah laporan tahun 2025 kepada Majelis Umum PBB oleh Pelapor Khusus Francesca Albanese, berjudul “Genosida Gaza: kejahatan kolektif", menempatkan Turki dalam sistem dukungan negara ketiga yang lebih luas yang memungkinkan genosida Israel di Gaza. Laporan tersebut menyatakan bahwa beberapa perdagangan berlanjut secara tidak langsung, mengidentifikasi pelabuhan Turki sebagai titik transit untuk minyak dan barang lainnya, dan mendesak negara-negara untuk menangguhkan hubungan militer, perdagangan, dan diplomatik dengan Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!