Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Minggu, 12 Juli 2026 - 10:46 WIB
Seorang mantan juru bicara rumah sakit Israel klaim dokter Zionis Israel pernah selamatkan nyawa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan atas permintaan Mossad. Foto/Stockholm Center for Freedom
TEL AVIV - Seorang mantan juru bicara rumah sakit (RS) besar Israel melontarkan klaim mengejutkan, yakni seorang dokter Zionis Israel pernah dikirim ke Turki atas permintaan Mossad dan dengan persetujuan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu untuk menyelamatkan nyawa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan setelah dia menderita kanker.
Avi Shushan, yang menjabat sebagai juru bicara Tel Aviv Sourasky Medical Center, yang dikenal sebagai Ichilov Hospital, menyampaikan klaim tersebut pada Selasa lalu di Channel 14, sebuah stasiun televisi Israel, ketika para panelis membahas rekaman video Erdogan di KTT NATO di Ankara.
Baca Juga: Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
Menurut Shushan, Erdogan sakit parah sekitar enam atau tujuh tahun yang lalu dan bahwa seorang dokter Ichilov yang tidak disebutkan namanya melakukan perjalanan ke Turki. "Sebagai perwakilan Negara Israel, atas permintaan Mossad dan dengan persetujuan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu," katanya, seperti dikutip dari Turkish Minute, Minggu (12/7/2026).
Avi Shushan, yang menjabat sebagai juru bicara Tel Aviv Sourasky Medical Center, yang dikenal sebagai Ichilov Hospital, menyampaikan klaim tersebut pada Selasa lalu di Channel 14, sebuah stasiun televisi Israel, ketika para panelis membahas rekaman video Erdogan di KTT NATO di Ankara.
Baca Juga: Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
Menurut Shushan, Erdogan sakit parah sekitar enam atau tujuh tahun yang lalu dan bahwa seorang dokter Ichilov yang tidak disebutkan namanya melakukan perjalanan ke Turki. "Sebagai perwakilan Negara Israel, atas permintaan Mossad dan dengan persetujuan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu," katanya, seperti dikutip dari Turkish Minute, Minggu (12/7/2026).
Lihat Juga :