AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:50 WIB
Menteri Perang AS Pete Hegseth membenarkan bahwa Amerika kembali menyerang wilayah Iran. "Iran telah membuat pilihan yang buruk. Sekarang mereka membayarnya," tulis Hegseth di X.

Media Iran, IRIB, melaporkan bahwa tiga ledakan terdengar di Bandar Abbas dan dua ledakan di Sirik, keduanya di Iran selatan.

Sementara itu, Iran mengumumkan telah menutup Selat Hormuz setelah pasukannya menyerang sebuah kapal yang melakukan perjalanan melalui rute yang tidak diizinkan. Teheran memperingatkan bahwa setiap pembalasan atas insiden tersebut akan ditanggapi dengan respons yang keras.

"Sebuah kapal yang membahayakan keamanan maritim dengan mematikan sistemnya telah diserang dan dihentikan," kata Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dalam sebuah pernyataan, tanpa memberikan detail tentang kapal yang diserang.

Pernyataan itu mengatakan beberapa kapal mencoba melewati jalur perairan tersebut melalui "rute yang tidak sah" dan mengabaikan peringatan untuk memperbaiki haluan mereka.

"Selat tersebut ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut" kata Angkatan Laut IRGC. "Sampai berakhirnya campur tangan Amerika Serikat di wilayah ini," katanya lagi.

"Tindakan agresi terhadap Iran akan ditanggapi dengan keras, dan pangkalan musuh baru di wilayah tersebut akan menjadi sasaran," imbuh pernyataan tersebut.

AS telah menuntut agar Iran secara terbuka menyatakan akan menghentikan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, dan bahwa semua jalur akan dibuka tanpa biaya tol melalui jalur perairan tersebut, kata para pejabat senior AS kepada wartawan pada hari Jumat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!