Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Kamis, 09 Juli 2026 - 14:43 WIB
Sebaliknya, dia mengatakan uji tembak rudal tersebut, yang hanya terjadi dua kali dalam lebih dari empat puluh tahun, adalah "sangat rutin, sangat normal" dan bertepatan dengan peringatan invasi Jepang ke China pada tahun 1937.
Menurut Pentagon, perkiraan jumlah hulu ledak nuklir China berada di angka 600-an pada tahun 2024. Diprediksi jumlah tersebut akan melonjak menjadi lebih dari 1.000 pada tahun 2030.
Gao mengatakan China telah menyatakan kepada dunia bahwa kemampuan peluncuran nuklirnya dapat menjangkau sudut mana pun. "Di bagian mana pun di dunia dalam waktu 20 menit," katanya.
“Jadi, tidak ada negara yang perlu terkejut jika China melakukan uji coba semacam itu di sudut mana pun di dunia jika China memilih demikian,” imbuh dia.
“Dan tidak ada negara yang seharusnya menjadi penghalang bagi uji coba China seperti ini. Saya berharap setiap negara di dunia, termasuk Australia, akan sangat senang melihat bahwa kebijakan nuklir China yang telah diumumkan adalah tidak menggunakan senjata nuklir terhadap negara non-nuklir mana pun," papar Gao.
Gao memperingatkan bahwa status Australia sebagai negara bebas nuklir akan berakhir saat menerima kapal selam bertenaga nuklir berdasarkan pakta pertahanan AUKUS.
“Saya ingin mendesak semua orang di Australia untuk melakukan hal yang benar," katanya. “Jauhi keinginan menjadi kekuatan nuklir karena Anda tidak tahu apa konsekuensinya,” sambung dia.
Nuklir China Bisa Hantam dalam 20 Menit
Menurut Pentagon, perkiraan jumlah hulu ledak nuklir China berada di angka 600-an pada tahun 2024. Diprediksi jumlah tersebut akan melonjak menjadi lebih dari 1.000 pada tahun 2030.
Gao mengatakan China telah menyatakan kepada dunia bahwa kemampuan peluncuran nuklirnya dapat menjangkau sudut mana pun. "Di bagian mana pun di dunia dalam waktu 20 menit," katanya.
“Jadi, tidak ada negara yang perlu terkejut jika China melakukan uji coba semacam itu di sudut mana pun di dunia jika China memilih demikian,” imbuh dia.
“Dan tidak ada negara yang seharusnya menjadi penghalang bagi uji coba China seperti ini. Saya berharap setiap negara di dunia, termasuk Australia, akan sangat senang melihat bahwa kebijakan nuklir China yang telah diumumkan adalah tidak menggunakan senjata nuklir terhadap negara non-nuklir mana pun," papar Gao.
Gao memperingatkan bahwa status Australia sebagai negara bebas nuklir akan berakhir saat menerima kapal selam bertenaga nuklir berdasarkan pakta pertahanan AUKUS.
“Saya ingin mendesak semua orang di Australia untuk melakukan hal yang benar," katanya. “Jauhi keinginan menjadi kekuatan nuklir karena Anda tidak tahu apa konsekuensinya,” sambung dia.
Lihat Juga :