Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah

Kamis, 09 Juli 2026 - 14:43 WIB
Uji coba rudal tersebut diumumkan beberapa jam setelah Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menandatangani perjanjian pertahanan dengan Fiji, dengan Australia berupaya memperkuat hubungannya dengan sekutu-sekutu utamanya di Pasifik.

Wakil Perdana Menteri yang juga Menteri Pertahanan Richard Marles memperingatkan bahwa China mengirimkan “pesan” kepada Australia tentang kemampuan nuklirnya setelah uji coba rudal balistik antarbenua di Pasifik Selatan.

Media pemerintah China melaporkan bahwa sebuah kapal selam nuklir menembakkan rudal tersebut pada Senin siang waktu Beijing dan bahwa rudal itu mendarat tepat di perairan yang ditentukan.

"Uji coba tersebut menyiratkan sesuatu tentang jangkauan yang sedang dibangun China dalam hal penyebaran kemampuan nuklir," kata Marles.

Dia mengatakan bahwa itulah kekhawatiran utamanya, bukan waktu yang bertepatan dengan aliansi Fiji, yang menurutnya bisa saja kebetulan.

“Yang signifikan di sini adalah uji coba rudal jarak jauh dan yang oleh China sendiri telah dikatakan mampu membawa hulu ledak nuklir, diluncurkan dari kapal selam,” kata Marles kepada Sky News.

“Itulah pesannya. Itulah yang sedang dikirim. Uji coba tersebut menunjukkan jangkauan yang lebih luas yang kini dimiliki China dalam hal mengerahkan senjata nuklir, dan itu jelas sangat mengkhawatirkan," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!