AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Kamis, 09 Juli 2026 - 11:40 WIB
AS sebelumnya menyerang berbagai situs militer dan fasilitas pelabuhan Iran pada Rabu pagi setelah Teheran menargetkan beberapa kapal komersial di lepas pantai Oman. Serangan Amerika pada hari Rabu juga memicu serangan balasan dari Iran.
Trump, setelah meninggalkan KTT NATO di Turki, meunggah beberapa video di situs media sosialnya yang menurutnya adalah ledakan di Iran dan mengeluarkan peringatan lain kepada Republik Islam tersebut.
“Ini sebagai pembalasan atas pengeboman kapal kemarin oleh Iran. Jika itu terjadi lagi, situasinya akan jauh lebih buruk!” tulis Trump.
Trump sebelumnya mengatakan bahwa saling serang terbaru antara AS dan Iran tidak akan menghasilkan aksi militer jangka panjang.
“Apa pun yang terjadi akan terjadi dengan sangat cepat,” kata Trump, meskipun dia juga mengisyaratkan bahwa militer AS mungkin "hanya akan menyelesaikan pekerjaan".
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, yang menjadi negosiator kunci dalam perundingan yang bertujuan untuk mengakhiri perang secara permanen, menunjukkan sikap menantang dalam sebuah unggahan di X pada Kamis pagi. “Amerika masih belum belajar bahwa intimidasi dan pelanggaran janji bukanlah hal yang bebas lagi. Izinkan saya mengatakannya dengan jelas: jika Anda menyerang, Anda akan terkena serangan balik," tulis Ghalibaf.
Trump, setelah meninggalkan KTT NATO di Turki, meunggah beberapa video di situs media sosialnya yang menurutnya adalah ledakan di Iran dan mengeluarkan peringatan lain kepada Republik Islam tersebut.
“Ini sebagai pembalasan atas pengeboman kapal kemarin oleh Iran. Jika itu terjadi lagi, situasinya akan jauh lebih buruk!” tulis Trump.
Trump sebelumnya mengatakan bahwa saling serang terbaru antara AS dan Iran tidak akan menghasilkan aksi militer jangka panjang.
“Apa pun yang terjadi akan terjadi dengan sangat cepat,” kata Trump, meskipun dia juga mengisyaratkan bahwa militer AS mungkin "hanya akan menyelesaikan pekerjaan".
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, yang menjadi negosiator kunci dalam perundingan yang bertujuan untuk mengakhiri perang secara permanen, menunjukkan sikap menantang dalam sebuah unggahan di X pada Kamis pagi. “Amerika masih belum belajar bahwa intimidasi dan pelanggaran janji bukanlah hal yang bebas lagi. Izinkan saya mengatakannya dengan jelas: jika Anda menyerang, Anda akan terkena serangan balik," tulis Ghalibaf.
(mas)
Lihat Juga :