Situasi Memanas, Brasil Alami Krisis Politik di Tengah Pandemi

Selasa, 05 Mei 2020 - 09:30 WIB
Selama unjuk rasa di Brasilia, Bolsonaro tidak meminta militer untuk mengambil alih kekuasaan. Saat ini, Kongres, Pengadilan, dan Media Massa memegang kekuasaan yang signifikan dan mendapat lebih banyak dukungan dari masyarakat.

Namun, para tokoh politik Brasil menilai partisipasi Bolsonaro dalam unjuk rasa itu tidak bertanggung jawab. Sebab, demonstrasi tersebut mendukung penuh kediktatoran militer. Bolsonaro juga dianggap melanggar peraturan social distancing di tengah wabah Covid-19.

Bolsonaro mengatakan Covid-19 hanyalah flu biasa. Dia juga mengatakan dampak ekonomi yang disebabkan lockdown akan lebih mematikan dibandingkan Covid-19 mengingat banyak perusahaan yang lumpuh.

Beberapa tokoh Brasil memperingatkan para penebang dan peternak dapat menularkan Covid-19 terhadap suku asli di pedalaman. Brasil telah menutup akses menuju tempat reservasi suku asli, begitu pun dengan petugas tambang.

Selama unjuk rasa pekan ini, sedikitnya tiga fotografer diserang pendemo. Bolsonaro menilai media massa telah menyebarkan berita palsu dan memelintir berbagai pernyataannya. (Muh Shamil)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!