Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
Rabu, 08 Juli 2026 - 11:48 WIB
Washington mengatakan mereka menanggapi serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Pada 24 Juni, Oman dan Organisasi Maritim Internasional (IMO) PBB mengumumkan koridor sementara baru di Selat Hormuz, di sepanjang pantai Oman, yang diawasi oleh AS, untuk evakuasi kapal-kapal yang terdampar di Teluk.
Militer Iran segera menolak langkah tersebut, dengan mengatakan rute tersebut diumumkan tanpa konsultasi. Iran memperingatkan kapal-kapal untuk hanya menggunakan koridor yang disetujui oleh Teheran.
Beberapa hari kemudian, dua kapal yang menggunakan rute Oman diserang, memaksa penghentian rencana evakuasi IMO.
AS menanggapi dengan serangan di pantai selatan Iran pada 26 dan 27 Juni, yang mendorong Teheran membalas dengan menembakkan rudal ke arah pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait.
Kedua pihak menghentikan permusuhan pada 28 Juni dan mengadakan pembicaraan teknis tidak langsung lebih lanjut di Qatar pada 1 Juli.
Pada 24 Juni, Oman dan Organisasi Maritim Internasional (IMO) PBB mengumumkan koridor sementara baru di Selat Hormuz, di sepanjang pantai Oman, yang diawasi oleh AS, untuk evakuasi kapal-kapal yang terdampar di Teluk.
Militer Iran segera menolak langkah tersebut, dengan mengatakan rute tersebut diumumkan tanpa konsultasi. Iran memperingatkan kapal-kapal untuk hanya menggunakan koridor yang disetujui oleh Teheran.
Beberapa hari kemudian, dua kapal yang menggunakan rute Oman diserang, memaksa penghentian rencana evakuasi IMO.
AS menanggapi dengan serangan di pantai selatan Iran pada 26 dan 27 Juni, yang mendorong Teheran membalas dengan menembakkan rudal ke arah pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait.
Kedua pihak menghentikan permusuhan pada 28 Juni dan mengadakan pembicaraan teknis tidak langsung lebih lanjut di Qatar pada 1 Juli.
Lihat Juga :