Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Senin, 06 Juli 2026 - 20:25 WIB
Stasiun televisi tersebut, mengutip otoritas Israel, mengatakan pada hari Sabtu bahwa rezim Tel Aviv mengharapkan apa yang disebut Dewan Perdamaian pimpinan AS untuk mencapai kesimpulan dalam dua hingga tiga bulan ke depan bahwa Hamas telah melanggar perjanjian dengan menolak untuk melucuti senjata.
Keputusan seperti itu dapat memungkinkan Israel untuk memulai serangan baru di wilayah Gaza yang saat ini tidak berada di bawah pengawasannya, meningkatkan kemungkinan terjadinya kembali pertempuran, kata laporan itu.
Channel 12 juga mengutip sumber politik yang mengatakan bahwa direktur jenderal dewan, Nikolay Mladenov, telah mempertimbangkan untuk menyatakan Hamas melanggar perjanjian dua bulan lalu, tetapi menunda tindakan tersebut atas permintaan para mediator.
“Jika tidak ada perubahan dalam tiga bulan, Mladenov akan menyatakan Hamas melanggar perjanjian,” kata sumber anonim tersebut.
Meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, militer Israel terus melakukan serangan harian di seluruh Jalur Gaza.
Keputusan seperti itu dapat memungkinkan Israel untuk memulai serangan baru di wilayah Gaza yang saat ini tidak berada di bawah pengawasannya, meningkatkan kemungkinan terjadinya kembali pertempuran, kata laporan itu.
Channel 12 juga mengutip sumber politik yang mengatakan bahwa direktur jenderal dewan, Nikolay Mladenov, telah mempertimbangkan untuk menyatakan Hamas melanggar perjanjian dua bulan lalu, tetapi menunda tindakan tersebut atas permintaan para mediator.
“Jika tidak ada perubahan dalam tiga bulan, Mladenov akan menyatakan Hamas melanggar perjanjian,” kata sumber anonim tersebut.
Meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, militer Israel terus melakukan serangan harian di seluruh Jalur Gaza.
Lihat Juga :