Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik

Senin, 06 Juli 2026 - 14:42 WIB
Jepang mengatakan telah "sangat mendesak" Tiongkok untuk mempertimbangkan kembali langkah tersebut setelah diberitahu tentang peluncuran tersebut 90 menit sebelum terjadi.

China mengatakan uji coba rudalnya adalah bagian dari pelatihan militer "rutin" dan "tidak ditujukan pada negara atau target tertentu".

"Aktivitas peluncuran terkait dilakukan dengan cara yang aman, teratur, dan profesional, dan kami berharap negara-negara tertentu akan menahan diri untuk tidak menafsirkannya secara berlebihan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, setelah peluncuran pada hari Senin, dilansir BBC.

Berbicara kepada wartawan di ibu kota Fiji, Suva, Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, mengatakan uji coba tersebut dilakukan "dalam konteks peningkatan militer yang cepat oleh China" yang kurang "transparansi dan jaminan mengenai niat yang diharapkan oleh kawasan tersebut".

Wong berada di ibu kota Fiji saat Australia meresmikan perjanjiannya dengan Fiji, Aliansi Samudra Perdamaian. Ini menandai aliansi pertama Fiji dan aliansi keempat Australia – setelah Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Papua Nugini.

Perjanjian tersebut akan didukung oleh pengeluaran pemerintah Australia lebih dari USD1 miliar selama satu dekade untuk langkah-langkah melawan kejahatan transnasional, serta kesehatan dan infrastruktur di Fiji, kata Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.

Saat menandatangani perjanjian dengan mitranya dari Fiji, Albanese mengatakan bahwa itu adalah "salah satu upaya paling signifikan" yang pernah dilakukan Canberra dengan negara mana pun.

Perdana Menteri Fiji Sitiveni Rabuka mengatakan perjanjian itu adalah "momen penting" dalam hubungan antara kedua negara dan menandai "peningkatan yang sangat signifikan dalam hubungan bilateral kita".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!