Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei

Sabtu, 04 Juli 2026 - 14:17 WIB
“Pemimpin tertinggi… adalah salah satu dari sedikit pemimpin dalam sejarah Iran yang terbunuh oleh musuh mereka selama perang. Dia bukan termasuk pemimpin yang hanya duduk dan memberi perintah kepada orang lain. Dia berada di garis depan pertempuran melawan musuh,” kata Eslami.

“Inilah pesan yang ingin disampaikan pemerintah Iran kepada negara-negara lain. Dan mereka ingin [mengatakan] bahwa pendekatannya terhadap kawasan, pendekatannya terhadap pemerintahan akan berlanjut setelahnya,” tambahnya.

Eslami mengatakan kemungkinan ketidakhadiran putra dan penerus almarhum Ayatollah sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba Khamenei, dalam upacara tersebut adalah tindakan pencegahan keamanan yang diperlukan setelah berbulan-bulan serangan AS dan Israel terhadap Iran, dan kesempatan untuk fokus pada pengamanan posisi barunya.

“Saya pikir baginya sekarang saatnya untuk memikirkan poin-poin nyata di lapangan. Tujuan utama sekarang adalah untuk mengamankan kepemimpinan, dan kepemimpinannya, di saat yang rapuh ini,” ungkap dia.

Baca juga: IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!