Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida

Jum'at, 03 Juli 2026 - 18:27 WIB
Banyak dari proyek-proyek ini diyakini telah dihancurkan selama serangan militer Israel terhadap wilayah yang terkepung tersebut.

Pengungkapan dokumen-dokumen tersebut dapat mengungkapkan tidak hanya biaya finansial bagi wajib pajak Eropa tetapi juga sejauh mana Israel telah menargetkan atau menghancurkan infrastruktur sipil di Gaza.

Temuan tersebut akan meningkatkan tekanan pada Brussel untuk bertindak berdasarkan klausul hak asasi manusia yang menjadi dasar kerja sama Uni Eropa dengan Israel, termasuk Perjanjian Asosiasi Uni Eropa-Israel.

Komisi juga menggunakan alasan perlindungan hubungan internasional sebagai dasar untuk menahan dokumen-dokumen tersebut.

EUobserver melaporkan beberapa proyek telah ditangguhkan atau diselesaikan, dengan mitra pelaksana termasuk bank pembangunan KfW Jerman, Oxfam Novib, dan WE WORLD.

Salah satu proyek yang disebutkan oleh Komisi dilaporkan bertujuan mendukung pengolahan air di Khan Yunis, kota di Gaza selatan yang telah mengalami kerusakan luas setelah invasi darat Israel.

Penolakan tersebut telah menimbulkan pertanyaan baru tentang transparansi dan akuntabilitas Uni Eropa, terutama karena pembayar pajak Uni Eropa telah mendanai banyak proyek yang rusak atau dihancurkan oleh Israel.

EUobserver secara terpisah memperkirakan Israel telah membom atau menghancurkan bangunan senilai sekitar 150 juta euro yang didanai Uni Eropa di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, tanpa membayar kompensasi.

Awal bulan ini, Komisioner Uni Eropa Dubravka Šuica mengatakan kepada anggota Parlemen Eropa bahwa blok tersebut telah meminta Israel mengembalikan atau memberikan kompensasi atas aset yang didanai Uni Eropa setiap kali aset tersebut dihancurkan, dibongkar, atau disita.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!