5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama

Jum'at, 03 Juli 2026 - 11:19 WIB
Selama masa penundaan tersebut, jenazah Khamendi diyakini disimpan dalam fasilitas penyimpanan khusus dengan sistem pendingin atau metode konservasi medis agar tetap terjaga hingga prosesi pemakaman selesai. Dengan jeda sekitar 131 hari sejak wafat hingga dimakamkan, Khamenei menjadi salah satu pemimpin Muslim modern dengan masa penundaan pemakaman terlama yang pernah tercatat.

2. Yasser Arafat (Sekitar 4 Hari)

Yasser Arafat meninggal di sebuah rumah sakit militer di Paris, Prancis, pada 11 November 2004. Karena harus dipulangkan ke Timur Tengah dan menjalani rangkaian upacara kenegaraan, jenazahnya terlebih dahulu menjalani proses pembalseman sementara.

Setelah itu, jenazah pemimpin Palestina ini diterbangkan ke Kairo untuk upacara militer sebelum dibawa ke Ramallah dan dimakamkan. Total waktu sejak wafat hingga pemakaman sekitar empat hari.

3. Ruhollah Khomeini (Sekitar 4 Hari)

Pendiri Republik Islam Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini meninggal pada 3 Juni 1989. Jutaan warga Iran memadati Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir. Membludaknya pelayat bahkan menyebabkan prosesi pemakaman sempat tertunda.

Selama masa tersebut, jenazah mendapat perawatan konservasi medis agar tetap layak hingga akhirnya dimakamkan pada 7 Juni 1989, sekitar empat hari setelah wafat.

4. Habib Bourguiba (Sekitar 3 Hari)

Habib Bourguiba adalah Presiden Tunisia yang meninggal pada 6 April 2000. Pemerintah Tunisia menggelar penghormatan kenegaraan sebelum pemakaman dilaksanakan di kota kelahirannya, Monastir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!