Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas

Kamis, 02 Juli 2026 - 14:03 WIB
Banyak warga berlindung di stasiun metro setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan otoritas lainnya mengeluarkan peringatan pertama tentang serangan tersebut.

Tymur Tkachenko, kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, mengatakan 54 orang terluka, termasuk dua anak. Menurutnya, kerusakan tercatat di 30 lokasi di seluruh kota, terutama bangunan tempat tinggal dan infrastruktur sipil.

Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha menyerukan kepada sekutu-sekutu Ukraina untuk memperkuat pertahanan udara negara itu setelah apa yang dia gambarkan sebagai "malam yang mengerikan" di Kyiv. Dia mendesak para mitra untuk tidak menunda keputusan tentang penyediaan sistem pertahanan udara dan rudal.

Menulis di X, Sybiha mengatakan jumlah korban tewas setelah serangan itu mungkin meningkat karena tim penyelamat terus melanjutkan pekerjaan mereka.

Rusia telah mengintensifkan serangannya terhadap Kyiv dalam beberapa pekan terakhir, bahkan ketika serangan drone jarak jauh Ukraina terhadap situs militer dan fasilitas energi Rusia telah menyebabkan kekurangan bahan bakar dan mengganggu jalur pasokan di dalam Rusia.

Sybiha menolak setiap upaya untuk membenarkan serangan Rusia sebagai pembalasan atas serangan jarak jauh Ukraina, dengan mengatakan bahwa Ukraina menggunakan haknya untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB sementara Rusia tetap menjadi agresor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!