Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza

Rabu, 01 Juli 2026 - 12:47 WIB
Sementara itu, delegasi Hamas telah mengadakan pembicaraan dengan kepala intelijen Mesir dan Turki di Kairo untuk memajukan perjanjian gencatan senjata yang dimediasi AS dengan Israel.

Kesepakatan tersebut, yang disetujui Oktober lalu, menyebabkan pembebasan tawanan Israel dan tahanan Palestina, serta seruan untuk penarikan Israel dari Jalur Gaza yang dilanda perang. Hampir 10 bulan kemudian, banyak hambatan masih tetap ada.

Tawanan terakhir yang ditahan di Gaza dibebaskan sebagai imbalan atas pembebasan ratusan warga Palestina, tetapi Israel terus membatasi ketentuan fase pertama, termasuk masuknya bantuan kemanusiaan dan evakuasi medis ribuan orang sakit dan terluka.

Israel terus melakukan serangan hampir setiap hari di Gaza, menewaskan lebih dari 1.000 warga Palestina sejak gencatan senjata diumumkan, dan memperluas kendalinya hingga lebih dari 70% wilayah tersebut.

Kondisi kemanusiaan di Gaza tetap mengerikan, dengan sebagian besar dari dua juta penduduknya tinggal di kamp-kamp tenda yang padat dan kumuh yang dipenuhi tikus dan dengan akses terbatas ke layanan kesehatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!