Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?

Rabu, 01 Juli 2026 - 01:10 WIB

3. Jet Tempur Harus Ditemani Drone

Melansir The National Interest, efektivitas ladang ranjau udara dapat diatasi, setidaknya sebagian, oleh drone lain—yaitu, "pendamping setia" yang beroperasi bersama pesawat tempur berawak.

Upaya tersebut sudah dilakukan. Angkatan Udara Amerika Serikat baru-baru ini memberikan kontrak kepada dua perusahaan, Anduril Industries dan General Atomics Aeronautical Systems (GA-ASI), di bawah program Collaborative Combat Aircraft (CCA) Increment 1. Kedua perusahaan tersebut masing-masing mengembangkan drone FQ-44 "Fury" dan FQ-42 Dark Merlin. Sistem drone lain yang sedang dipertimbangkan adalah YFQ-48a "Talon Blue" milik Boeing, yang saat ini sedang dikembangkan di Australia.

Angkatan Udara telah mengindikasikan bahwa peningkatan di masa mendatang dapat memerlukan pengembangan sistem pesawat tanpa awak (UAS) tambahan. Drone CCA sedang dikembangkan untuk mendukung pesawat tempur berawak generasi kelima dan keenam yang sudah ada serta pesawat lain, termasuk B-21 Raider Angkatan Udara AS yang akan datang, di mana drone otonom dapat terbang di samping pesawat pembom untuk memperluas jangkauan sensor dan bertindak sebagai pengawal pertahanan. Itu bisa termasuk membersihkan area di sekitar pesawat.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!