Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:48 WIB
Guo Wengui, yang memperoleh kekayaannya di bidang real estate, pindah ke Amerika Serikat pada tahun 2015. Dia melarikan diri dari China, tempat di mana dia menjadi target red notice Interpol atas penipuan keuangan—tuduhan yang dia bantah.

Dari pengasingannya yang mewah di New York, dia menggambarkan dirinya sebagai kritikus keras rezim komunis China dan pembela demokrasi yang teguh, sambil tetap menjalin hubungan dengan tokoh sayap kanan AS yang terkenal, Steve Bannon.

Bersama-sama, mereka membentuk kelompok lobi yang menentang Partai Komunis China: Negara Federal Baru China.

Bannon ditangkap pada Agustus 2020 di kapal pesiar pengusaha China dalam kasus yang melibatkan penggelapan dana yang terkait dengan proyek tembok perbatasan AS untuk melawan imigrasi di perbatasan Meksiko, sebuah janji utama kampanye presiden Donald Trump tahun 2016.

Menurut laporan AFP, Selasa (30/6/2026), Guo Wengui yang dilanda skandal kembali menjadi berita utama setelah penangkapannya dengan mengumumkan rencana untuk menyelenggarakan lelang daring "sperma yang tidak divaksinasi", berdasarkan gagasan konspiratif bahwa vaksin menyebabkan kemandulan massal.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!