Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir

Senin, 29 Juni 2026 - 08:31 WIB
“Amerika mengancam China dengan serangan nuklir dua kali—mirip dengan ancaman nuklir [Presiden AS Donald] Trump baru-baru ini terhadap Iran—tetapi kapan [Menteri Luar Negeri AS saat itu, Henry] Kissinger secara diam-diam bertemu dengan China dan kemudian bernegosiasi? Itu terjadi ketika China membangun bom atom,” lanjut artikel.

Deterrence nuklir berarti Anda dapat mencapai keseimbangan kekuatan melawan Amerika dan Israel, yang memiliki bom atom—bukan agar perang tidak terjadi, tetapi agar cakupan konflik tetap terkendali,” lanjutnya.

Berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Washington dan Teheran awal bulan ini, Iran setuju untuk mengizinkan inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk kembali mengakses situs nuklirnya setelah pengawasan ditangguhkan tahun lalu.

Iran juga berjanji tidak akan mengembangkan senjata nuklir.

Seruan media pro-IRGC itu muncul setelah Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi meminta agar inspektur-inspekturnya diberikan akses penuh ke situs nuklir Iran untuk memantau program nuklir Teheran.

“Pemerintah Iran telah menegaskan dengan cukup jelas bahwa [pengembangan senjata nuklir] bukanlah niat mereka, tetapi tentu saja, niat saja tidak cukup,” kata Grossi pada Jumat pekan lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!