Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:28 WIB
Drone tersebut akan mencakup drone pengintai jarak pendek dan drone serang kecil, yang dikenal sebagai amunisi jelajah.

Militer juga akan berupaya mengembangkan kawanan drone bertenaga kecerdasan buatan.

Korea Selatan akan mengerahkan sistem anti-drone di sepanjang garis depan mereka mulai tahun depan.

Dalam jangka panjang, mereka berencana untuk menambahkan senjata energi terarah seperti laser dan sistem gelombang mikro berdaya tinggi ke persenjataan mereka, serta drone pencegat berbiaya rendah, kata Ahn.

Kementerian juga menegaskan kembali tujuannya untuk melatih 500.000 "prajurit drone" untuk mengoperasikan drone sebagai "senjata pribadi kedua".

Mereka akan membeli sekitar 60.000 drone komersial produksi dalam negeri untuk melatih mereka.

Komando Operasi Drone Korea Selatan, yang didirikan pada tahun 2023, akan diorganisasi ulang menjadi Markas Besar Drone Pertahanan yang baru, kata kementerian tersebut.

Komando tersebut mendapat sorotan setelah operasi drone di atas Pyongyang pada Oktober 2024 di bawah presiden saat itu, Yoon Suk Yeol.

Yoon kemudian dijatuhi hukuman 30 tahun penjara karena mengirim drone ke Korea Utara untuk "menciptakan" krisis menjelang upaya darurat militer yang gagal.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!