Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Jum'at, 26 Juni 2026 - 21:31 WIB
Menurut Sharabati, tentara juga secara sewenang-wenang menolak akses muazin ke ruang azan, sehingga azan yang dijadwalkan tidak terkumandang.
"Terkadang larangan itu diberlakukan lebih ketat, terkadang kurang ketat," kata Sharabati kepada MEE. "Dalam satu bulan, bisa ada 70 hingga 90 azan yang terlewatkan.
"Larangan azan telah berlangsung lama. Ini adalah kebijakan lama."
Namun, ia mengatakan pembatasan telah meningkat secara signifikan sejak pemerintahan Israel saat ini mulai menjabat pada akhir tahun 2022.
"Selama pandemi Covid, pembatasan diberlakukan atas nama kesehatan masyarakat. Kemudian, selama perang, pembatasan dibuat atas dasar keamanan," katanya.
"Namun, bahkan ketika Israel mengizinkan pertemuan publik dengan jumlah tertentu di tempat lain, batasan yang sama tidak dihormati di Masjid Ibrahimi."
Sharabati juga mengatakan otoritas Israel semakin sering mengusir jemaah di satu-satunya pintu masuk masjid, yang dikendalikan tentara.
"Mereka mengusir orang-orang—pemuda, perempuan, dan lainnya—tanpa memberikan penjelasan yang sebenarnya," katanya.
Baca juga: Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
"Terkadang larangan itu diberlakukan lebih ketat, terkadang kurang ketat," kata Sharabati kepada MEE. "Dalam satu bulan, bisa ada 70 hingga 90 azan yang terlewatkan.
"Larangan azan telah berlangsung lama. Ini adalah kebijakan lama."
Namun, ia mengatakan pembatasan telah meningkat secara signifikan sejak pemerintahan Israel saat ini mulai menjabat pada akhir tahun 2022.
"Selama pandemi Covid, pembatasan diberlakukan atas nama kesehatan masyarakat. Kemudian, selama perang, pembatasan dibuat atas dasar keamanan," katanya.
"Namun, bahkan ketika Israel mengizinkan pertemuan publik dengan jumlah tertentu di tempat lain, batasan yang sama tidak dihormati di Masjid Ibrahimi."
Sharabati juga mengatakan otoritas Israel semakin sering mengusir jemaah di satu-satunya pintu masuk masjid, yang dikendalikan tentara.
"Mereka mengusir orang-orang—pemuda, perempuan, dan lainnya—tanpa memberikan penjelasan yang sebenarnya," katanya.
Baca juga: Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
(sya)
Lihat Juga :