Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan

Jum'at, 26 Juni 2026 - 10:12 WIB
"Beberapa anak menyebutkan nama mereka, sementara yang lain tiba dengan pita identifikasi di lengan mereka," katanya.

Seorang petugas penyelamat, yang berbicara secara anonim, mengatakan kepada AFP bahwa kondisinya genting, dengan kekurangan personel terlatih dan keterbatasan teknis yang signifikan.

Presiden sementara Delcy Rodriguez mengunjungi La Guaira pada hari Kamis setelah daerah itu dinyatakan sebagai "zona bencana".

Jurnalis AFP melaporkan bahwa para warga menjarah supermarket lokal di kota itu.

Direktur Komite Penyelamatan Internasional (IRC) Venezuela, Nicole Kast, menggambarkan situasi tersebut sebagai bencana.

Tawaran dukungan mengalir dari seluruh dunia, di mana Swiss, Spanyol, Prancis, Portugal, dan Meksiko termasuk di antara negara-negara yang mengirimkan spesialis dan tim penyelamat ke Venezuela.

Amerika Serikat mengatakan pihaknya mengerahkan dua kapal perang, pesawat angkut, dan helikopter serta memobilisasi bantuan senilai USD150 juta.

"Kami memiliki respons dari seluruh pemerintah. Ini akan besar, cepat, dan efektif," kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Washington terlibat erat di Venezuela yang kaya minyak setelah pasukan AS menggulingkan dan menangkap Presiden Nicolas Maduro pada bulan Januari.

China, India, Brasil, dan bahkan Iran yang dilanda perang menawarkan bantuan, sementara Paus Leo XIV telah mengirimkan bantuan awal sebesar 100.000 euro ke negara tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan dia sangat sedih atas bencana tersebut saat badan global itu berjanji untuk membantu Venezuela.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!