AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:10 WIB
Qalibaf mengatakan persatuan di antara negara-negara Islam adalah "penting dan tak terhindarkan."

Sebelumnya, Qalibaf mengatakan nota kesepahaman Islamabad "menjadi deklarasi kekalahan Amerika."

Ia menyambut baik perluasan hubungan Iran-Azerbaijan dalam beberapa bulan terakhir dan menyatakan harapan untuk pertumbuhan lebih lanjut.

Kurtulmuş menegaskan solidaritas Turki dengan Iran, dengan mengatakan bahwa perang melawan Republik Islam "tidak memiliki legitimasi di bawah hukum internasional."

Ia menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Pemimpin Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei dan 168 anak yang tewas dalam pembantaian sekolah Minab.

"Turki berdiri bersama pemerintah dan rakyat Iran," katanya, menambahkan bahwa "masalah Gaza dan pendudukan Lebanon tidak boleh dilupakan."

Dalam pertemuan dengan mitranya dari Azerbaijan, Qalibaf menekankan bahwa negara-negara Islam harus belajar dari pengalaman perang baru-baru ini.

"Musuh menggunakan tanah dan wilayah udara beberapa negara untuk melawan Republik Islam Iran," katanya. "Sekarang pengalaman perang ini ada di depan mata semua orang, dan semua harus belajar darinya."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!