Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:11 WIB
Namun dia mengatakan bahwa setelah serangan Iran di Teluk, "kita harus melakukan percakapan tentang bagaimana kita membangun kembali kepercayaan itu, bagaimana kita membangun kembali hubungan itu sebelum konsep kerja sama ekonomi, investasi bersama, atau hal semacam itu dapat dibahas secara rasional".

Dia menambahkan, investasi domestik adalah prioritas bagi Kerajaan Arab Saudi.

Bagi analis dan peneliti keamanan Arab Saudi Hesham Alghannam, "Visi kerajaan didasarkan pada hierarki prioritas yang jelas: keamanan pertama, diikuti oleh pembangunan kepercayaan melalui jaminan yang dapat diverifikasi, dan akhirnya, transisi ke tingkat kerja sama ekonomi yang lebih luas."

Uni Emirat Arab (UEA), yang paling terdampak serangan Iran, telah berulang kali menuntut Teheran membayar ganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkannya—meskipun nadanya melunak beberapa minggu sebelum kesepakatan itu.

UEA juga merupakan salah satu mitra dagang utama Iran yang dikenai sanksi AS, setidaknya sebelum perang.

Berinvestasi dalam ekonomi Iran dapat memberikan pengaruh bagi negara-negara Teluk—tetapi hal itu membutuhkan jaminan bahwa dana tersebut tidak akan digunakan untuk mempersenjatai kembali Teheran dan proksinya.

Vance telah mencoba meyakinkan sekutu tentang masalah terpisah terkait aset Iran yang dibekukan—yang dalam kesepakatan itu dijanjikan untuk "disediakan sepenuhnya"—dengan mengatakan bahwa aset tersebut tidak akan digunakan untuk "membiayai terorisme".

Namun, wakil presiden Amerika itu mengatakan bahwa mediator Qatar bersama dengan menantu Trump, Jared Kushner, telah menemukan solusi yang sangat menarik untuk aset yang dibekukan, dengan AS dan Qatar memiliki persetujuan atas proses pencairan aset tersebut.

"Sebaliknya, jika aset Iran dicairkan, uang tersebut akan digunakan untuk memperkaya petani Amerika dan memberi makan rakyat Iran," kata Vance, menambahkan bahwa uang tersebut akan digunakan oleh Iran untuk membeli kedelai, jagung, dan gandum Amerika.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!