Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri

Minggu, 21 Juni 2026 - 06:57 WIB
Sumber pemerintah lainnya mengatakan Starmer sedang merenungkan masa depannya selama akhir pekan, menambahkan bahwa orang yang sekarang mengatakan kepadanya bahwa waktunya telah habis adalah berbeda.

Seorang mantan anggota parlemen yang secara terbuka mendukung PM Starmer hingga bulan lalu mengatakan bahwa dia percaya Sir Keir Starmer “sudah tamat”, menambahkan: “Andy bisa melakukannya tanpa persaingan, dia memiliki cerita yang bagus, dan lebih baik untuk membangun koalisi yang luas menjelang pemilu.”

Seorang sekutu Starmer mengatakan kepada surat kabar The Sun: “Saya pikir hanya ada peluang 25 persen dia akan terus berjuang sekarang.”

Burnham dilaporkan memiliki dukungan dari hampir 300 anggota parlemen, dengan sekutunya mengatakan bahwa besarnya dukungan tersebut berarti penobatan akan menjadi “tak terhindarkan”.

PM Starmer sudah didesak oleh para menteri kabinet dan anggota parlemen, banyak di antaranya sebelumnya adalah loyalis setia, untuk menetapkan jadwal pengunduran dirinya, daripada bertarung dalam kontes kepemimpinan.

Lima menteri kabinet senior secara pribadi telah mendesaknya untuk menetapkan jadwal: Heidi Alexander, Menteri Transportasi, melakukannya pada hari Jumat, sementara Yvette Cooper, Menteri Luar Negeri, menyampaikan pesan serupa. Shabana Mahmood, Menteri Dalam Negeri, dan teman lama Perdana Menteri, Ed Miliband, sebelumnya telah menyuruhnya untuk mundur.

PM Starmer Berisiko Mempermalukan Diri Sendiri



Seorang sumber pemerintah mengatakan kepada BBC bahwa "sungguh gila" membayangkan Starmer dapat mengalahkan Burnham dalam perebutan kepemimpinan, dengan sumber kabinet mengatakan mereka tidak ingin melihat PM Starmer "mempermalukan diri sendiri" dalam sebuah kontes.

Jonathan Reynolds, ketua whip-nya, mengatakan kepada Starmer pada hari Jumat bahwa ada keinginan yang semakin besar di antara anggota parlemen untuk transisi kekuasaan yang tertib kepada Burnham, seperti yang dilaporkan Financial Times.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!