Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas

Jum'at, 19 Juni 2026 - 19:29 WIB
Sejak Januari, tekanan AS terhadap Kuba meningkat, dengan pemerintahan Presiden Donald Trump memblokir pengiriman bahan bakar ke pulau tersebut.

Namun Diaz-Canel mengakui beberapa kesulitan ekonomi saat ini disebabkan faktor domestik, merujuk pada “hambatan yang tidak berasal dari luar, maupun blokade”.

Ia menunjuk pada “kelambatan, birokrasi, dan norma yang menghambat mereka yang ingin berproduksi” serta “keputusan yang telah kita tunda”.

“Situasi ini membutuhkan perubahan yang mendesak dan diperlukan,” katanya.

Pada hari Kamis, Uni Eropa juga meningkatkan tekanan terhadap Kuba, dengan mengeluarkan resolusi yang menyerukan sanksi terhadap Diaz-Canel dan pimpinan Grupo de Administracion Empresarial SA, konglomerat bisnis yang dioperasikan militer Kuba.

Resolusi Uni Eropa mengutuk apa yang digambarkan sebagai “penindasan sistematis” oleh pemerintah Kuba, sambil menyerukan “perubahan ekonomi dan politik yang mendalam”.

Dalam pidatonya, Diaz-Canel mengisyaratkan kemungkinan akan ada beberapa penentangan terhadap rencana ekonomi darurat dari kelompok garis keras di Partai Komunis, yang secara resmi memerintah Kuba sejak 1965.

“Beberapa reformasi, tidak akan memiliki konsensus mutlak, tetapi tidak dapat ditunda,” ungkap dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!