Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump

Jum'at, 19 Juni 2026 - 08:29 WIB
Keputusan Trump untuk mengakhiri perang, di mana 13 anggota militer AS tewas dan sebagian besar persediaan amunisi AS telah digunakan, telah membuat beberapa sekutunya di dalam negeri gelisah.

Senator AS Bill Cassidy dari Partai Republik menggambarkannya sebagai "keputusan asing terburuk"."Kesalahan kebijakan terbesar dalam beberapa dekade," katanya.

"Ambisi nuklir Iran tidak dibatasi, dan mereka telah belajar bahwa mengancam Selat Hormuz berhasil," katanya.

Tampaknya mengantisipasi kritik tersebut, Trump mengatakan pada KTT G7 bahwa dia siap untuk mengebom habis-habisan Iran jika Teheran melanggar perjanjian tersebut.

"Orang-orang bodoh ini, yang berpikir saya belum cukup keras terhadap Iran, padahal pasar saham baru saja mencapai rekor tertinggi, dan harga minyak 'jatuh', entah mereka iri, orang jahat, atau bodoh," tulis Trump di media sosial pada hari Kamis.

Ada juga beberapa kritik dari kelompok garis keras di Iran, di mana konflik tersebut digambarkan sebagai "perang yang dipaksakan" dan dibandingkan dengan konflik tahun 1980-1988 dengan Irak pimpinan Saddam Hussein.

Namun, ketua parlemen dan kepala negosiator Iran; Mohammad Bagher Ghalibaf, bersikeras bahwa kesepakatan itu merupakan "kegagalan" AS, sementara Pezeshkian menyebutnya "bersejarah".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!