Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut

Jum'at, 12 Juni 2026 - 07:06 WIB
Menurut pernyataan yang dipublikasikan Fars News Agency, markas tersebut mengatakan bahwa setiap serangan baru AS terhadap Iran akan menerima tanggapan yang lebih keras dari sebelumnya.

Sebelumnya pada hari Kamis Trump berjanji akan menyerang Iran "dengan sangat keras malam ini" dan pada suatu saat berupaya untuk mengambil kendali atas Pulau Kharg dan infrastruktur minyak lainnya. "Washington dapat mengambil kendali penuh atas pasar minyak dan gas mereka," tulis Trump di Truth Social.

Teheran secara resmi belum mengonfirmasi atau mengomentari kesepakatan apa pun. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf sebelumnya memperingatkan bahwa strategi yang salah dan keputusan impulsif akan merusak pasar energi global. "Dan menciptakan rawa tak berujung yang akan membuat Anda terjebak selama bertahun-tahun," katanya.

Negosiasi telah terhenti selama berminggu-minggu, dengan kedua pihak saling menuduh itikad buruk dan pelanggaran gencatan senjata. Pekan lalu, Iran mengancam akan menangguhkan pembicaraan sebagai tanggapan atas serangan udara Israel yang terus berlanjut di Lebanon.

Syarat Teheran untuk perjanjian perdamaian termasuk penghentian permusuhan di semua front, termasuk Lebanon, tempat Israel telah melancarkan perang melawan Hizbullah sejak awal Maret.

Israel dan Iran saling bertukar serangan pada hari Senin. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menegaskan kembali bahwa Iran tidak boleh pernah memperoleh senjata nuklir dan membela tindakan militer terhadap negara Islam tersebut. Teheran bersikeras mempertahankan program nuklirnya karena bersifat damai.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!