Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:44 WIB
Mereka menggambarkan serangan itu sebagai tindakan membela diri. Operasi tersebut menargetkan fasilitas-fasilitas penting Iran seperti depot amunisi, pusat komando dan kendali, dan gudang, menurut dua pejabat AS yang mengetahui serangan udara tersebut.

Media-media Iran melaporkan bahwa ledakan terdengar dan sistem pertahanan udara diaktifkan di beberapa kota, termasuk Bandar Abbas, sebuah kota pelabuhan di Iran selatan yang berbatasan dengan Selat Hormuz.

Dalam serangan sebelumnya pada hari Rabu, AS menyerang hampir 20 target di dalam Iran sebagai balasan atas penembakan helikopter Apache AS oleh Iran di dekat Selat Hormuz. Iran kemudian meluncurkan drone ke beberapa sekutu AS di Teluk.

Sementara itu, Iran mengumumkan pada Kamis pagi bahwa 18 target militer utama AS di Kuwait dan Bahrain telah diserang. Ini sebagai balasan langsung setelah Amerika meluncurkan serangan terbaru terhadap negara Islam tersebut, serangan hari kedua berturut-turut.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan target tersebut termasuk Pangkalan Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait, bersama dengan Pangkalan Sheikh Isa di Bahrain.

Secara terpisah, militer Iran mengatakan telah menargetkan sistem pertahanan rudal Patriot dan fasilitas komunikasi milik Armada Kelima AS di Bahrain.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!