Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron

Selasa, 09 Juni 2026 - 08:53 WIB
Kepresidenan Prancis mengisyaratkan bahwa penghentian kesepakatan tersebut merupakan keputusan sepihak Jerman, dengan mengatakan kepada wartawan, "Otoritas Jerman menyimpulkan bahwa tidak mungkin untuk memberikan tekanan lebih lanjut pada perusahaan-perusahaan yang bersangkutan. Prancis tetap berpendapat bahwa kerja sama Prancis-Jerman sangat penting bagi kedua negara kita dan bagi mitra Eropa kita di bidang pertahanan dan keamanan."

Meskipun bagian jet tempur FCAS gagal, pejabat pemerintah Jerman tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa Paris dan Berlin dapat terus bekerja sama dalam pengembangan drone dan sistem cloud tempur.

“Inti dari FCAS akan dilanjutkan sebagai sistem sistem Eropa. Ini, dalam arti tertentu, adalah sistem saraf yang menghubungkan pesawat terbang, drone, dan komponen lainnya menjadi satu kesatuan yang terintegrasi,” kata pejabat tersebut.

Kementerian Pertahanan Prancis dan Jerman akan ditugaskan untuk mengembangkan rencana kerja untuk kerja sama industri pertahanan. “Yang berfokus pada beberapa proyek realistis dan relevan,” imbuh pejabat tersebut.

Kantor berita Reuters pertama kali melaporkan keputusan Jerman tersebut.

Kematian Perlahan Proyek FCAS



FCAS bukanlah satu-satunya program pertahanan multinasional yang bermasalah.

Rencana bersama Prancis dan Jerman untuk membangun pesawat patroli maritim, tank generasi berikutnya, dan sistem artileri mengalami kendala dalam beberapa tahun terakhir, sementara proyek jet tempur Global Combat Air Programme yang dipimpin oleh Italia, Jepang, dan Inggris juga mengalami gesekan.

Prancis secara efektif beralih dari program Eurodrone senilai miliaran euro yang melibatkan empat negara, sehingga masa depannya tidak pasti karena mitra yang tersisa—Jerman, Italia, dan Spanyol—mempertimbangkan bagaimana melanjutkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!